Breaking News:

Banjir Jayapura

Pasca Banjir, Ini Beberapa Penyakit yang Harus Diwaspadai Warga Kota Jayapura

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari, mengatakan, terdapat beberapa penyakit yang diwaspadai pasca bencana, terutama banjir.

Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
Tumpukan smpah di Pasar Youtefa pasca banjir di Kota Jayapura. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Gratianus Silas

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Di bawah kepemimpinan Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Jayapura, terutama stakeholder terkait penanganan bencana, bergerak cepat memberikan pelayanan  bagi warga yang terdampak.

Satu di antaranya pelayanan kesehatan oleh Dinas Kesehatan Kota Jayapura.

Baca juga: Korban Banjir Kota Jayapura Jadi 9.240 jiwa, Wakil Wali Kota: Kemungkinan Bisa Bertambah

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari, mengatakan, terdapat beberapa penyakit yang diwaspadai pasca bencana, terutama banjir.

Penyakit yang diwaspadai antara lain diare, Malaria, Demam Berdarah, maupun penyakit kulit.

"Namun, setelah beberapa hari memberikan pelayanan kesehatan bagi warga di posko tanggap darurat maupun secara mobile, seperti diare tidak ada keluhan," ungkap Ni Nyoman Sri Antari kepada Tribun Papua, Selasa (11/1/2022).

Air bersih menjadi kebutuhan penting untuk disedikan bagi warga yang terdampak banjir.

Baca juga: Apa Saja Bantuan Tanggap Darurat dari Kemensos dan BNPB?

"Mudah-mudahan mereka tidak susah air bersih. Air bersih juga kan sudah didrop PDAM Jayapura," terangnya.

Kata Antari, keluhan yang sering disampaikan adalah pegal-pegal dan batuk pilek.

Kurangnya istirahat pasca bencana, serta kondisi cuaca, disinyalir menjadi faktor penyebabnya.

"Ya memang juga penyakit tertinggi di Kota Jayapura adalah batuk pilek," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved