Banjir Jayapura
Lima Hari Pasca-banjir dan Longsor, Ini Kendala yang Dihadapi Tim Tanggap Darurat
Perihal penanganan sampah ini memang menjadi pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan pasca bencana banjir dan longsor di Port Numbay.
Penulis: Gratianus Silas Anderson Abaa | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Gratianus Silas
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Lima hari pasca-banjir dan longsor di Kota Jayapura, Ketua Tim Tanggap Darurat Bencana, Rustan Saru, menyebutkan, sampah dan air bersih masih menjadi kendala.
Perihal penanganan sampah ini memang menjadi pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan pasca bencana tersebut.
Pembersihan titik banjir dan longsor, maupun ruas-ruas jalan yang dipenuhi sisa material lumpur dilakukan dengan melibatkan semua stakeholder terkait di Kota Jayapura.
Baca juga: Sehari, 15.211 Bungkus Makanan Siap Saji Didistribusikan bagi Korban Banjir Kota Jayapura
Baca juga: Tumpukan Sampah Keluarkan Bau Tak Sedap, Warga Sekitar Pasar Youtefa Mengeluh
"Penanganan sampah ini sangat dibutuhkan, namun karena armada kita terbatas, sehingga butuh waktu sampai Jumat (14/1/2022) baru bisa normal," jelas Rustan Saru dalam siaran pers yang diterima Tribun-Papua.com, Rabu (12/1/2022).
Karena itu, Rustan berupaya agar penanganan sampah dilakukan hingga tuntas dalam seminggu ini.
Masalah lainnya, sambung Rustan, adalah distribusi air bersih bagi warga yang jadi korban.
Baca juga: Satu Roh Persipura Telah Kembali, Tinus Pae Akhirnya Dipulangkan
"Distribusi air bersih ini kendalanya banyak permintaan, tapi armada juga terbatas. Tapi semua kita layani, meskipun memang perlu menunggu," tambahnya.
Rustan menjamin kendala-kendala ini dapat dieksekusi dengan baik. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/11012022-sampah_di_pasar_youtefa-7.jpg)