Breaking News:

Info Merauke

Dibalik Sukses Puteri Suku Marind Menjabat Kepala Kampung Enggal Jaya Merauke

Dipercayakan warga eks Transmigrasi Rose Yulian Firda, puteri asli Papua suku Marind resmi menjabat Kepala Kampung Enggol Jaya, Merauke.

Tribun-Papua.com/Hidayatillah
Kepala Kampung Enggol Jaya, Rose Yulian Firda 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hidayatillah

TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE - Rose Yulian Firda adalah puteri asli Papua suku Marind (Merauke) yang resmi menjabat Kepala Kampung Enggol Jaya, Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke, Papua setelah dilantik Bupati Merauke, Romanus Mbaraka di auditorium kantor bupati, Kamis (13/1/2022).

Perempuan kelahiran Muting, 30 Agustus 1984 ini dipilih oleh warga Kampung Enggol Jaya yang notabene pendatang eks transmigrasi pada pemilihan kepala kampung Mei 2021 lalu. 

Baca juga: Data Korban Terus Meningkat, Rustan: Antisipasi Data Double

Kepala Kampung Enggol Jaya, Rose Yulian Firda kepada Tribun-Papua.com menuturkan, cita-citanya dahulu hanya ingin mengenyam pendidikan kuliah. Namun sayang, lulus dari SMA Negeri 1 Merauke 2013/2014, pihaknya tidak bisa melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. 

"Saya tidak bisa kuliah sehingga kembali ke kampung halaman Muting. Kemudian, aya ikut suami ke Bupul 3 dan menjadi honor di SD Inpres Bupul 3 hampir 11 tahun sejak 2008," ungkapnya. 

Baca juga: Pasca-banjir dan Longsor, Ini Penyakit yang Perlu Diwaspadai Warga Kota Jayapura

Perjuangan menjadi guru honorer pernah menerima gaji awal Rp 250.000/bulan 2008-2015. Kemudian, gaji nya sempat naik menjadi Rp 600 ribu/bulan 2016 -2018 dan terakhir gajinya sempat naik hingga berkisar Rp 800 ribu di 2019/bulan. 

"Saya merasa tidak ada perkembangan, akhirnya saya mengundurkan diri dari guru honorer 2020," lugasnya. 

Baca juga: Bupati Merauke Minta TNI-Polri  Terlibat Dalam Pengawasan Dana Kampung

Alasan berhenti mengajar, kata Rose, karena saat itu dirinya mengandung sehingga memilih istirahat. 

"Saya mengucapkan terima kasih kepada suami, 3 anak saya, orangtua dan keluarga besar saya serta suami juga masyarakat Enggol Jaya atas dukunganya hingga saya berdiri disini dilantik," ucap kepala kampung. 

Dia menjelaskan, dari 132 kepala keluarga (KK) Kampung Enggol Jaya hanya ada 12 KK orang asli Papua (OAP), lainnya warga pendatang mayoritas orang Jawa. 

Baca juga: Bupati Mimika, Eltinus Omaleng Kembali Berhentikan Ribuan Honorer di Lingkup Pemda Mimika

Semua sangat mempercayakan dirinya memimpin kampung setempat. 

Mata pencaharian masyarakat Enggol Jaya adalah bertani palawija seperti rambutan, durian, dan buah-buahan lainnya. 

Baca juga: Bantuan Kemensos Capai Rp 1,3 M, Mensos Risma: Nominal Ini Bisa Bertambah

Selain itu, sebagian warga bekerja di perusahaan APM dan IJS. Oleh karenanya, Rose ingin memberikan yang terbaik untuk semua. 

"Harapan khusus untuk anak-anak saya bahwa kelak cukup mama yang berijazah SMA. Tidak lagi untuk kalian (harus sekolah tinggi, red)," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved