Breaking News:

Papua Terkini

Kontraktor Nabire Tuding Satker Bohong Proyek, Edu Sasarari: Kalau Kalah Lelang Lebih Baik Terima

Sebelumnya, kontraktor di Nabire berebut lelang proyek pengerjaan 9 paket oleh BBPJN XVIII Jayapura.

Tribun-Papua.com/Calvin Louis Erari
Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Jayapura, Edu Melki Sasarari. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Jayapura, Edu Melki Sasarari menepis tudingan dari pengusaha asli Papua di Nabire yang menyebut dirinya berbohong terkait 9 paket lelang proyek.

"Saya tidak pernah janjikan mereka tapi ini ada 9 paket untuk orang asli Papua. Kamu bersaing ikut lelang. Kalau mereka bilang saya janji bohong itu, (maka) mereka tipu," kata dia kepada awak media, termasuk Tribun-Papua.com di Jayapura, Kamis (13/01/2022).

Baca juga: Bangladesh Terancam Batal Lawan Timnas Indonesia, PSSI Ungkap Penyebabnya

Baca juga: Labkesda Papua Upayakan Deteksi Omicron, Tetapi Ini Kendalanya

Menurutnya, 9 paket lelang pekerjaan itu dikasih kepada para kontraktor asli Papua di Nabire untuk mengikuti proses lelang. Artinya, bukan penunjukan langsung.

"Paket yang kita kasih ke Nabire itu ada 9 paket, sekitar 49 miliar. Bukan berarti kita tunjuk, tapi lelang, jadi kalau kalah, atau ada orang dari Jayapura masuk ke Nabire atas paket pekerjaan itu, mereka harus terima bukan ribut dan palang kantor atau palang pekerjaan di lokasi," tegasnya.

"Paket ini untuk orang asli Papua jadi siapa pun orang asli Papua berhak mengikuti proses lelang ini."

Dikabarkan sebelumnya, kontraktor di Nabire berebut lelang proyek pengerjaan 9 paket oleh BBPJN XVIII Jayapura.

Baca juga: Begini Kata Panglima Andika soal Mayjen Untung Eks Tim Mawar Jabat Pangdam Jaya dan Jadi Polemik

Akibatnya, terjadi pemalangan Kantor Satker PJN VII Nabire pada Selasa (11/01/2022).

Saat melakukan pemalangan, para kontraktor meminta Bupati Nabire dan Kepala Satker untuk duduk bersama dan menyelesaikan persoalan itu.

Menurut mereka, jika permintaan tersebut tidak dijawab, maka para kontraktor Asli Papua di Nabire tidak membuka palang pada kantor tersebut. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved