Breaking News:

Banjir Jayapura

Pasca-banjir dan Longsor, Ini Penyakit yang Perlu Diwaspadai Warga Kota Jayapura

Kurangnya istirahat pasca bencana, serta kondisi cuaca, disinyalir menjadi faktor penyebabnya. 

Tribun-Papua.com/Hendrik R Rewapatara
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr Ni Nyoman Sri Antari 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Gratianus Silas

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pasca banjir, berbagai penanganan dilakukan Tim Tanggap Darurat Bencana Kota Jayapura.

Mulai dari sektor penanggulangan bencana, kebersihan, konsumsi, hingga kesehatan warga masyarakat yang terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr Ni Nyoman Sri Antari, menyebutkan bahwa sesak napas atau infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi satu di antara penyakit lainnya yang kerap dikeluhkan warga yang terdampak.

Baca juga: Sejarah 24 Desember 1956: Pesawat Dakota Pertama Kecelakaan di Indonesia

Baca juga: Operasi Trisula, Langkah Pamungkas Tumpas Sisa-sisa PKI di Blitar Selatan

Bukan tanpa alasan, ini disebabkan debu dari sisa material banjir maupun longsor.

“Saya berharap, masker tetap dikenakan, agar mencegah terjadinya sesak akibat debu sisa material banjir dan longsor, terlebih kita masih di tengah pandemi Covid 19 juga,” jelas Ni Nyoman Sri Antari kepada Tribun-Papua.com, Kamis (13/1).

Antari menambahkan, penyakit kulit yang dikhawatirkan akan menyusul, yang disebabkan kebutuhan air.

“Tapi saya rasa PDAM juga sudah suplai air terus ya. Kalau air disuplai terus, saya pikir tidak ada masalah,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari, mengatakan, terdapat beberapa penyakit yang diwaspadai pasca bencana, terutama banjir. 

Penyakit yang diwaspadai antara lain diare, Malaria, Demam Berdarah, maupun penyakit kulit. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved