Breaking News:

Covid 19 di Papua

Perketat Pintu Masuk, Meski Sudah Vaksin Dosis II, Rapid Antigen Wajib Hukumnya

pelabuhan dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) RI-PNG di Skouw dan Bandara Sentani akan diperketat guna mencegah penyebaran covid-19.

Tribun-Papua.com/Gratianus Silas
Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Gratianus Silas 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Satu kebijakan yang ditetapkan dalam Rapat Satgas Covid-19 Kota Jayapura bersama Forkopimda Kota Jayapura adalah memperketat pintu-pintu masuk, yakni pelabuhan dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) RI-PNG di Skouw. 

Tak sampai di situ, Bandar Udara Sentani pastinya diperketat melalui Pemprov Papua dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), terutama untuk warga asing, tenaga kerja asing, maupun warga yang memiliki histori keberangkatan dari luar negeri. 

Baca juga: Takut Ketahuan, Pelaku Pencurian Buang Motor di Semak Belukar

"Sedangkan bagi yang masuk melalui Pelabuhan Jayapura, diwajibkan menyertakan sertifikat vaksin, minimal dua kali atau dosis kedua," terang Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, Kamis (13/1/2022). 

Sekalipun sudah menunjuklan surat dua kali vaksin, tetap mesti melakukan rapid antigen di tempat. 

Diketahui, selain pintu-pintu yang diperketat, terdapat kebijakan lain yang disepakati bersama, dengan mengacu pada Inmendagri 2/2022 tentang PPKM di Papua. 

Baca juga: Apes Gagal Mencuri, Pemuda di Timika Papua Masuk Bui

"Berpedoman pada Inmendagri 2/2022 tentang PPKM, kita tindaklanjuti hasil rapat ini dalam Instruksi Wali Kota 1/2022 tentang penanganan Covid 19 di Kota Jayapura sepanjang Januari ini," kata Benhur Tomi Mano, Rabu (12/1/2022). 

Adapun kesepakatan bersama yang diambil antara lain, waktu aktivitas ekonomi dan masyarakat mulai pukul 6.00 - 22.00 WIT. 

Baca juga: Eksitensi KKB Pimpinan Egianus Meredup, Ini Penjelasan Kapolres Nduga

Sektor pendidikan, mulai TK, PUAD, SD, hingga SMP dilakukan belajar tatap muka dengan berpedoman pada SOP protokol kesehatan yang dibuat serta membatasi kehadiran 50 persen dari kapasitas ruang kelas. 

Kemudian, tempat-tempat peribadatan mengikuti SOP protokol kesehatan ketat dengan tingkat kehadiran 75 persen disesuaikan kapasitas ruang ibadah. 

"Untuk acara-acara pernikahan, fasilitas umum, tempat hiburan, tempat rekreasi, dibatasi kapasitas daya tampungnya sebanyak 50 persen, dengan protokol kesehatan ketat," jelasnya. Program vaksinasi tetap dilaksanakan di Kota Jayapura, termasuk sosialisasi vaksinasi anak usia 6 - 11 tahun. 

Baca juga: Inilah Pimpinan OPM yang Pernah Ancam Presiden Jokowi

Penegakkan hukum, dalam hal ini razia protokol kesehatan, seperti operasi masker tetap dilakukan. 

"Adapun, Pemkot Jayapura akan menyurati Gubernur Papua, dengan berbagai pertimbangan untuk dibukanya PLBN RI-PNG di Skouw," tambahnya. 

"Namun, pintu masuk pelabuhan, perbatasan, dan bandara juga harus diperketat dengan menggandeng instansi terkait untuk mengantisipasi penularan, terutama varian baru omicron," pungkasnya.

 
 

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved