Breaking News:

Papua Terkini

Sebelum Vaksin Booster untuk Publik, Tenaga Kesehatan Sudah Duluan

ebelum vaksin booster diperuntukkan bagi masyarakat secara umum, tenaga kesehatan sudah terlebih dahulu diwajibkan

Tribun-Papua.com/Gratianus Silas
Wali Kota Benhur Tomi Mano bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Gratianus Silas

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Presiden RI, Joko Widodo, mengumumkan vaksinasi dosis ketiga, atau yang kerap disebut vaksin booster, gratis bagi seluruh warga masyarakat Indonesia.

Vaksin booster ini diperlukan untuk menambah kekebalan imunitas agar terhindar dari penularan Covid-19, terlebih varian omicron sudah masuk Indonesia.

Baca juga: Data Korban Terus Meningkat, Rustan: Antisipasi Data Double

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari, bahwa sebelum vaksin booster diperuntukkan bagi masyarakat secara umum, tenaga kesehatan sudah terlebih dahulu diwajibkan untuk melakukannya.

Pasalnya, tenaga kesehatan berada di garda terdepan dalam penanganan Covid-19, sehingga kerap melakukan kontak dengan pasien yang terpapar Covid-19, maupun yang memiliki gejala Covid-19.

Baca juga: Ini Alasan Bupati Mimika, Eltinus Omaleng Berhentikan Ribuan Honorer

“Kita perlu booster untuk tambah kekebalan. Ada periode tingkat kekebalan vaksin itu turun, sehingga kita harus tambah lagi kekebalannya. Sebab, kita mau herd immunity atau kekebalan komunal itu terbentuk,” jelas Ni Nyoman Sri Antari kepada Tribun-Papua.com, Kamis (13/1).

Kata Antari, peserta vaksin telah melewati 6 bulan vaksinasi, sehingga ada yang kekebalannya terbentuk, namun ada juga yang tidak terbentuk seperti dalam beberapa kasus.

“Ini juga masih dalam tahap penelitian karena dinamikanya cukup bervariasi untuk Covid-19 ini,” katanya.

Baca juga: Bantuan Kemensos Capai Rp 1,3 M, Mensos Risma: Nominal Ini Bisa Bertambah

Demikian, sosialisasi bagi warga masyarakat khususnya di Kota Jayapura masih terus dilakukan perihal vaksinasi tahap ketiga/vaksinasi booster ini.

“Sosialisasi tetap ada, ditambah kebijakan. Teman-teman dari media juga membantu kita sosialisasi melalui publikasi pemberitaan,” tambahnya.

Senada, Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, memaparkan, cakupan vaksinasi di Kota Jayapura telah mencapai 77 persen untuk dosis pertama.

Baca juga: Bupati Merauke Minta TNI-Polri  Terlibat Dalam Pengawasan Dana Kampung

“Untuk dosis kedua sudah 56 persen, dan dosis ketiga masih 0,46 persen. Jadi, vaksinasi tetap dilakukan, termasuk sosialisasi vaksinasi anak usia 6 – 11 tahun dan vaksinasi booster sambil menunggu juknis dari Kemenkes,” tambah Benhur Tomi Mano.

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved