Breaking News:

Viral Video Siswi SMP di Makassar Di-bully dan Dikeroyok Teman-temannya, Ibu Lapor Polisi

Viral di media sosial, sebuah video yang menampilkan siswi SMP di Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi korban perundungan oleh teman-teman sekolahnya.

Editor: Claudia Noventa
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
ILUSTRASI - Viral di media sosial, sebuah video yang menampilkan siswi SMP di Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi korban perundungan oleh teman-teman sekolahnya. 

TRIBUN-PAPUA.COM – Viral di media sosial, sebuah video yang menampilkan siswi SMP di Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi korban perundungan oleh teman-teman sekolahnya.

Diketahui, kasus yang menimpa siswi berinisial IR tersebut telah dilaporkan oleh ibu korban, yakni Andi Erni Pallawa Rukka, ke Polrestabes Makassar.

Dalam laporan diketahui, keluarga IR melaporkan PA beserta teman-temannya, tertanggal 10 Januari 2022.

Baca juga: Viral Video 2 Bocah di Nias Jadi Korban Tabrak Lari, Sempat Terseret Pengendara Motor

Baca juga: 1 Tahun Kematian Calon Dokter di Papua, Keluarga Tuntut Keadilan: Oknum Masih Aktif Praktek

Paman korban, Andi Pattarai Patta Lolo, yang dikonfirmasi, Kamis (13/1/2022), mengatakan, keponakannya dalam kondisi tidak baik setelah penganiayaan dan pengerokan tersebut.

Dia mengeklaim, keponakannya tersebut sering mengalami sakit kepala.

“Setelah kejadian itu, keponakan saya sakit kepala terus dan sering pusing. Bagaimana tidak, kalau dipukuli terus kepala bagian belakangnya oleh teman-temannya. Ditambah lagi, keponakan saya sudah tidak mau masuk ke sekolah itu,” kata dia.

Andi Pattarai menegaskan, pihak keluarga tidak terima dengan kasus penganiayaan dan pengeroyokan ini. Pihak keluarga pun baru mengetahui kejadian ini, Senin (10/1/2022), setelah viral di berbagai media sosial.

“Ini kan kejadiannya Jumat (7/1/2022), tapi kami baru tahu beberapa hari kemudian. Jadi setelah kita tau dari berbagai media sosial, kemudian kami melaporkan kasus ini ke Polrestabes Makassar,” jelasnya.

Andi Pattarai juga merasa kecewa dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar yang menyebutkan kasus ini hanya konten untuk media sosial. Dia pun membantah bahwa kasus ini sudah selesai setelah adanya pertemuan.

“Memang ada mediasi di sekolah, tapi bukan orangtua pelaku yang hadir. Cuma sepupunya saja yang masih kelas 1 SMA, itu kan tidak dipertanggungjawabkan. Bahkan kami juga selaku orangtua dari korban tidak dilibatkan, ini kan aneh,” tandasnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved