Breaking News:

KKB Papua

Willem Wandik Klaim Orang Papua Tak Nyaman Keberadaan Militer, Jenderal Andika: Tak Ada Peperangan

Keberadaan aparat keamanan dalam hal ini TNI-Polri di Papua adalah untuk menjaga keuntuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dalam konferensi pers di Markas Kodam XVII/Cenderawasih, di Jayapura, Papua, Selasa (1/12/2021). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Keberadaan aparat keamanan dalam hal ini TNI-Polri di Papua adalah untuk menjaga keuntuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Keberadaan TNI-Polri juga selain menjaga keutuhan NKRI, juga membantu masyarakat secara keseluruhan dalam hal keamanan dan ketertiban bermasyarakat.

Bahkan, para prajurit TNI-Polri harus rela meninggalkan keluarganya guna bertugas di wilayah paling timur Indonesia tersebut.

Tak tanggung-tanggung, nyawapun jadi taruhan karena ada segelintir organisasi yang saat ini masih eksis mengganggu ketertiban masyarakat.

Baca juga: Ini Rencana Presiden Jokowi Temui Eks KKB dan Tanggapan Polda Papua

Organisasi tersebut adalah Organisasi Papua Merdeka (OPM). Paling dinekal dari OPM ini adalah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

KKB di Papua tak segan-segan merenggut nyawa warga sipil dan juga aparat kemanan.

Bahkan, mantan Kapolda Papua Paulus Waterpauw pernah berujar, KKB selalu menjadikan warga sipil sebagai tameng dalam melawan negara.

OPM dan KKB kini dicap teroris oleh negara karena sering malakukan aksi penembakan yang menghilangkan nyawa manusia.

Dari sederet ulasan tersebut, ada satu diantara tokoh yang mengklaim bahwa keberadaan TNI-Polri di Bumi Cenderawasih sama sekali membuat orang asli Papua tak nyaman.

Tokoh tersebut adalah Anggota DPR RI Willem Wandik.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved