Breaking News:

Banjir Jayapura

PDAM: Produksi Air Minum Robongholo dan Nanwanin Stabil

Produksinya juga masih stabil di mana rata-rata sebanyak 750 hingga 1.000 karton tiap hari.

Tribun-Papua.com/Istimewa
Direktur Utama PDAM Jayapura, Entis Sutisna bersama jajaran saat meninjauPabrik AMDK, Pos 7 Sentani, Kabupaten Jayapura. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jayapura, Entis Sutisna memastikan produksi air minum kemasan Robongholo dan Nanwani di Pos 7, Kampung Sereh, Kabupaten Jayapura, tidak terpengaruh bencana banjir dan tanah longsor

"Untuk produksi air minum Robongholo dan Nanwani di Pos 7 masih aman. Produksinya juga masih stabil di mana rata-rata sebanyak 750 hingga 1.000 karton tiap hari," katanya lewat rilis pers yang diperoleh Tribun-Papua.com,  Sabtu (15/01/2022).

Baca juga: 17,4 Miliar Kerugian Negara Diselamatkan Jaksa di Papua

Baca juga: Aksi Bersih dan Tanam Pohon, Cara PDAM Jayapura Selamatkan Air Bersih Bersama Pemuda Sentani

Menurt dia, kekeruhan air yang biasa terjadi pasca-hujan, tidak berpengaruh pada produksi AMDK karena letak intakenya khusus air minum kemasan dipisahkan dari intake pelanggan.

"Contohnya seperti pada kejadian banjir bandang di Kabupaten Jayapura pada 2019 silam, AMDK tetap berproduksi dengan kualitas air yang baik, karena letak intake yang berada di atas sumber air pelanggan," jelasnya.

Sementara itu, Staf Ahli PDAM Jayapura Sutikno, menjelaskan sumber air AMDK sudah teruji, dan tidak mengalami keruh saat banjir.

"Jika ada pelanggan berasumsi air tidak mengalir dikarenakan adanya produksi AMDK, itu tidak benar. Hal tersebut karena letak sumber air yang berbeda."

"Awalnya menggunakan IPA (Instalasi Pengolahan Air), sekarang tidak menggunakannya karena tidak mengalami kekeruhan, sangat jernih dan segar katanya," katanya.

Baca juga: Potensi Gelombang Tinggi hingga 2 Meter di Laut Jayapura, BMKG: Nelayan Waspada

Entis Sutisna menambahakan, produksi air minum pada kedua kemasan itu tidak lepas atas dukungan Wali Kota Jayapura dan Bupati Jayapura.

"Dukungan Bupati Jayapura dan Wali Kota terhadap AMDK produksi PDAM Jayapura karena beliau sangat concern agar bagaimana Robongholo dan Nanwani bisa dimanfaatkan pelaku usaha di  Jayapura," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved