Sosok
Bermimpi Jadi Bidan, Dolorosa Mahuze Rela Jalan Kaki ke Sekokah
puteri cantik asli Papua suku Marind, Dolorosa Mahuze sudah berjalan kaki dari kawasan Jalan Pendidikan menyusuri Jalan Misi guna merih mimpinya.
Penulis: Yulianus Bwariat | Editor: Roy Ratumakin
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hidayatillah
TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE - Pagi-pagi sekali, puteri cantik asli Papua suku Marind, Dolorosa Mahuze sudah berjalan kaki dari kawasan Jalan Pendidikan menyusuri Jalan Misi - Martadinata hingga Jalan Brawijaya Merauke, Papua.
Setiap hari dilakoni siswi kelas VIII SMP YPK Merauke ini untuk tiba disekolah tepat waktu, tidak boleh terlambat.
"Setiap hari jalan kaki, kadang diantar kakak tapi kakak kerja sering berangkat duluan. Saya jam 06.00 WIT baru jalan. Kalau saya mengeluh tidak diantar, kakak bilang, kalau mau sukses harus berusaha,” kata Dolorosa Mahuze kepada Tribun-Papua.com di Jalan Misi Merauke, Senin (17/1/2022) pukul 06.12 WIT.
Baca juga: Komunitas Bratherhood Sumbangi Sembako ke Korban Banjir Jayapura
Perempuan kelahiran Kumbe, 8 Juli 2006 ini adalah anak bungsu dari 8 bersaudara. Kedua orangtuanya tinggal di Kumbe, Rosa panggilan akrabnya, sudah tinggal selama 2 tahun bersama kakaknya.
“Sekolah di kota jadi saya ikut kakak. Setiap pagi bangun jam 04.00 WIT duduk-duduk dulu kadang belajar. Kemudian mandi dan sarapan kue donat,” lugasnya.
Rosa mengakui dari rumah sering membawa bekal air minum dan nasi karena jarang diberikan uang jajan.
“Kakak sangat mendukung saya sekolah. Pulang sekolah saya bantu kakak kerja cuci piring, angkat air. Kalau saya mau dapat uang jajan berarti sore ikut kakak kerja cuci piring di warung orang. Biasanya 1-2 jam bisa dapat Rp 50 ribu,” ungkap Rosa.
Dia membeberkan, 3 kakak kandungnya sudah sukses menjadi tentara, bekerja di kantor bupati, dan satu lagi masih kuliah.
Baca juga: John Steven Rogi Nilai Profesi Fotografer Menjanjikan di Masa Depan
“Kakak saya yang kerja di kantor bupati dahulunya juga jalan kaki saat sekolah. Jadi, saya tidak mengeluh lagi. Harus semangat ke sekolah karena saya ingin menjadi bidan,” ucap Rosa.
Siswi yang menyukai mata pelajaran Bahasa Indonesia ini ingin melanjutkan ke SMA Kesehatan Yaleka Maro kemudian kuliah di Jawa.
“Banyak saudara di Kumbe yang meninggal karena sakit. Ada yang paru-paru, jantung dan sebagainya. Kalau saya jadi bidan maka saya bisa membantu sesama yang membutuhkan,” tandas Rosa Mahuze. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/17012022-dolorosa_mahuze.jpg)