Polisi Masih Lakukan Penyelidikan, Korban Tradisi Lingkaran Setan Kini Jadi 18 Siswa

Satuan Reserse dan Kriminal Polres Ciamis masih menyelidiki dugaan penganiayaan kepada sejumlah anak SMA yang mengikuti kegiatan kepramukaan.

Editor: Claudia Noventa
(Kompas)
Ilustrasi - atuan Reserse dan Kriminal Polres Ciamis masih menyelidiki dugaan penganiayaan kepada sejumlah anak SMA yang mengikuti kegiatan kepramukaan. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Satuan Reserse dan Kriminal Polres Ciamis masih menyelidiki dugaan penganiayaan kepada sejumlah anak SMA yang mengikuti kegiatan kepramukaan.

Diketahui, beberapa korban sempat melaporkan telah dianiaya dalam sebuah tradisi yang mereka sebut Lingkaran Setan.

Polisi juga telah meminta keterangan dari empat saksi terkait kasus tersebut.

"Dua saksi korban, dan empat saksi lainnya telah diminta keterangan. Keempat saksi dari orangtua, pembina, dan senior," kata Kasi Humas Polres Ciamis, Inspektur Satu Magdalena saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (17/1/2022).

Baca juga: Jalan Licin Kena Tumpahan Cairan Kimia, Seorang Pengendara Tewas setelah Motor Tergelincir

Baca juga: Seorang Mahasiswa Dikeroyok 6 Pemuda, Berawal saat Lindungi Ayah yang Adu Mulut dengan Para Pelaku

Jumlah korban, lanjut Magdalena, kini menjadi 18 orang. Sebelumnya, korban yang melapor hanya tiga korban.

"Ada 18 korban, 4 saksi. Korban kelas 10 semua," jelasnya.

Lebih lanjut, Magdalena mengatakan, jumlah siswa kelas 10 yang mengikuti Lingkaran Setan sebanyak 18 orang. Mereka terdiri dari beberapa sangga, yakni satuan terkecil dalam pramuka penegak.

"Campuran sangga. Sangga lainnya juga di situ," ujarnya.

Di lokasi kejadian ada delapan orang senior Pramuka.

Menurut keterangan korban, kata Magdalena, alumni Pramuka memberikan contoh cara menampar kepada siswa yang ikut Lingkaran Setan.

"Nih cara nampar begini," katanya menirukan ucapan alumni berdasarkan keterangan saksi.

Para peserta kemudian membentuk sebuah lingkaran. Mereka menghadap ke dalam lingkaran.

"Yang kuat itu yang menang (dijanjikan menjadi ketua Sangga), tapi mereka sudah babak belur," kata Magdalena.

Tradisi Lingkaran Setan terjadi di sebuah rumah kosong milik salah seorang alumni. Peristiwa ini terjadi selama satu jam.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved