Minggu, 3 Mei 2026

KKB Papua

Pendekatan ala Jenderal Andika Perkasa Tak Berlaku di Maybrat, KKB Kembali Berulah

Penanganan konflik di Papua dan Papua Barat ala Jenderal Andika Perkasa sama sekali tak berlaku.

Tayang:
Editor: Roy Ratumakin
KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa tengah memberi keterangan pers kepada wartawan di Makodam XVII/Cenderawasih, Jayapura, Papua, Rabu (1/12/2021). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Penanganan konflik di Papua dan Papua Barat ala Jenderal Andika Perkasa sama sekali tak berlaku.

Pasalnya, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) masih terus aktif melakukan penyerangan kepada rakyat sipil maupun TNI-Polri.

Walau Jenderal Andika mempunyai paradigma tersendiri dalam menangani konflik antara pihak aparat keamanan dengan KKB, namun hal ini belum bisa terpecahkan hingga saat ini.

Baca juga: KKB Serang Prajurit TNI di Maybrat, Polda Papua Barat: Pembunuhan Berencana

Aparat kemanan selalu menjadi korban dari kelompok yang dicap teroris oleh negara tersebut.

Berkaca pada kasus penembakan terhadap prajurit Yon Zipur 20/PPA di Kabupaten Maybrat, Papua Barat yang terjadi pada, kamis (20/1/2022) sudah seharusnya ada penindakan serius terhadap kelompok tersebut.

Diketahui, para prajutir dari Yon Zipur 20/PPA sedang memperbaiki jembatan yang menghubungkan Kampung Kamat dan Kampung Faan Kahrio.

Dalam penembakan tersebut, Serda Miskel Rumbiak meninggal dunia dan tiga prajurit lainnya mengalami luka tembak yang serius.

Pangdam XVIII/Kasuari, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI I Nyoman Cantiasa mengutuk keras tindakan tak manusiawi yang terjadi di Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat.

"Kami mengutuk keras, dan akan tetap mengejar mereka sampai ke mana pun," tegas Cantiasa.

Baca juga: Jenazah Serda Miskel Rumbiak Korban KKB Dibawa ke Raja Ampat untuk Dimakamkan

Untuk pengejaran pelaku, kata mantan Danjen Kopassus ini pihaknya tidak beri ampun.

"Untuk pelakunya kami tidak akan kasih ampun. Kami tetap tetap sesuai prosedur dan professional dalam penegakkan hukum," imbuhnya.

Selain itu, Cantiasa menambahkan, kejadian yang menimpa prajurit TNI di Kabupaten Maybrat, Papua Barat, tidak ada sedikitpun menjadi penghalang untuk mematahkan semangat anggota TNI dalam pem,bangunan di provinsi tersebut. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved