Breaking News:

Polisi Hentikan Penyidikan Kasus Lingkaran Setan, Pelapor dan Terlapor Saling Memaafkan dan Berdamai

Kasus "Lingkaran Setan" yang menimpa pelajar SMA Negeri 1 Ciamis, Jawa Barat, akhirnya berakhir damai.

Editor: Claudia Noventa
KOMPAS.COM/CANDRA NUGRAHA
Semua pihak yang terkait kasus Lingkaran Setan sepakat saling memaafkan pada mediasi yang digelar di GOR SMA Negeri 1 Ciamis, Senin (24/1/2022). Menindaklanjuti hasil mediasi itu, pihak kepolisian pun tidak melanjutkan kasus ini ke peradilan. 

Mediasi itu untuk menentukan arah penanganan kasus perkara yang menyebabkan sejumlah anak SMA alami luka lebam.

Hasil mediasi itu diputuskan bahwa kasus tersebut tidak dilanjutkan ke peradilan.

Semua pihak yang terkait kasus Lingkaran Setan sepakat saling memaafkan pada mediasi yang digelar di GOR SMA Negeri 1 Ciamis, Senin (24/1/2022). Menindaklanjuti hasil mediasi itu, pihak kepolisian pun tidak melanjutkan kasus ini ke peradilan.
Semua pihak yang terkait kasus Lingkaran Setan sepakat saling memaafkan pada mediasi yang digelar di GOR SMA Negeri 1 Ciamis, Senin (24/1/2022). Menindaklanjuti hasil mediasi itu, pihak kepolisian pun tidak melanjutkan kasus ini ke peradilan. (KOMPAS.COM/CANDRA NUGRAHA)

Baca juga: Kronologi 5 Pelajar Keroyok 2 Orang saat Papasan di Jalan, Pelaku Merasa Dipelototi Korban

Baca juga: Adik Ipar Dihamili, Pria Ini Tusuk Pacarnya yang Tak Mau Tanggung Jawab hingga Tewas

Menanggapi hal itu, Kapolres Ciamis AKBP Wahyu Broto Narsono Adhi mengatakan, pihaknya memutuskan tidak melanjutkan proses penyidikan kasus ini.

"Atas dasar inilah saya ambil keputusan untuk perkara ini, kami pilih untuk selesaikan permasalahan di luar peradilan," jelas Wahyu usai mediasi.

Dia menjelaskan, orangtua pelapor sudah memaafkan, dan orangtua terlapor sudah meminta maaf. Termasuk anak dari kedua orangtua tersebut.

"Mereka saling memaafkan," jelas Wahyu.

Pertimbangan lain, kata dia, kasus ini melibatkan anak di bawah umur.

"Karena tujuan kita bukan untuk menghukum orang, tapi menjadikan orang untuk mengetahui kesalahannya sehingga mereka jera," kata Wahyu.

Dia berharap, dengan kejadian ini tidak ada lagi hal-hal seperti tradisi Lingkaran Setan. Terlebih di antara pelajar yang menjadi masa depan bangsa.

Lebih lanjut, Wahyu mengatakan, sudah memberi kabar kepada Kepala Kejaksaan Negeri Ciamis dan Kepala Pengadilan Negeri terkait keputusan ini.

Mereka, menurutnya, sudah menyetujuinya.

Pada mediasi tersebut, Kepala SMA Negeri 1, Suarman Guntara mengatakan, pihak sekolah menyadari bahwa ada unsur pidana dalam perbuatan tersebut.

"Namun untuk kepentingan terbaik anak didik kami, kami mohon perkara tersebut tidak dilanjut ke penyidikan. Cukup diselesaikan dengan kekeluargaan," katanya.

Baca juga: Bocah 5 Tahun Dianiaya dan Hendak Dicabuli saat Mandi di Sungai, Pelaku Dipergoki Warga

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved