Papua Terkini

Ramai-ramai Pihak Singgung Kesehatan Lukas Enembe, Jubir: Gubernur Siap Pimpin Papua

Ramai pihak mau mendorong agar Lukas Enembe legowo mundur dari kursi Gubernur Papua. Setelah Gubernur bersuara, para tokoh tak bergeming.

Istimewa
Gubernur Papua Lukas Enembe. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Sejumlah pihak mengatasnamakan tokoh adat, agama hingga berbagai latar profesi beberapa bulan terakhir, mendengungkan agar Gubernur Papua Lukas Enembe legowo menanggalkan jabatannya dari tampuk kepemimpinan lantaran dalam kondisi pengobatan.

Mereka menyuarakan berbagai pendapat lewat media daring.

Ondoafi Sosiri di Kabupaten Jayapura, Boas Asa Enoch, misalnya, meminta Gubernur Papua Lukas Enembe mempertimbangkan untuk beristirahat dari jabatan.

“Saya minta Gubernur legowo, istirahat dulu, saya minta tolong. Kalau kita sakit, sudah pasti kita istirahat, agar badan sehat, luar biasa jika kita tidak sakit saat menjalankan tugas pemerintahan,” kata Boas Asa Enoch, pada Jumat (3/12/2021).

Baca juga: Lukas Enembe Minta Masyarakat Tak Bangun Opini Soal Kesehatannya, Tokoh Adat: Kami Dijebak Oknum

Mereka berpendapat menyusul kondisi Gubernur Lukas sewaktu memberi sambutan di depan Presiden Joko Widodo dalam pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX, Oktober 2021.

Ketika disiarkan berbagai saluran TV, Gubernur Lukas tampak lemah dan sulit berbicara.

“Bukan saya menantang Gubernur, tapi saya minta tolong. Karena banyak sekali, bahasa-bahasa yang tidak menguntungkan itu datang,” ujarnya.

Kondisi sakit yang dialami Gubernur Papua Lukas Enembe, juga menarik empati dari para tokoh agama.

Ismail Asso, tokoh agama di Kabupaten Jayawijaya tak ketinggalan menyampaikan pandangannya.

Dirinya juga menyentil pemerintahan di Papua lumpuh.

Baca juga: Pesan AGW di Musda KNPI: Rawat Kebhinekaan dan Jaga Damai Papua

"Karena praktis yang melaksanakan tugas adalah para asisten dan Sekda, atau Jubir yang selalu proaktif memberikan statement atas nama Gubernur Papua,” ujarnya lewat rilis pers yang diterima Tribun-Papua.com, Senin (13/12/2021).

Juru Bicara Jaringan Damai Papua (JDP), Yan Christian Warinussy.
Juru Bicara Jaringan Damai Papua (JDP), Yan Christian Warinussy. ((Tribun-Papua.com/Safwan Ashari Raharusun))

Di Papua Barat, Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Yan Christian Warinussy tak ketinggalan menyarankan pergantian tampuk pemerintahan di Papua mengingat menurunnya kondisi kesehatan Lukas Enembe.

Selain alasan kursi Wakil Gubernur Papua hingga kini masih kosong sepeninggalan Klemen Tinal pada Mei 2021, dia juga menyinggung Lukas yang terus kontrol kesehatan secara rutin hingga tak maksimal menjalankan pemerintahan.

Menurutnya, bila Gubernur tak mampu lagi, berdasarkan hasil medical record dari dokter, tentu Gubernur Papua dapat memilih mengundurkan diri dari jabatan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved