Viral Video Pria Maki dan Ajak Duel Polisi, Tak Terima Ditilang seusai Terobos Jalur Busway

Viral di media sosial, sebuah video yang memperlihatkan seorang pria adu mulut dengan petugas polisi lalu lintas (Polantas).

(KOMPAS.com/Ryana Aryadita)
Sejumlah pengendara motor ditilang karena lewati jalur transjakarta di Jalan Jatinegara Barat, Bidara Cina, Jakarta Timur, Rabu (30/1/2019) 

TRIBUN-PAPUA.COM - Viral di media sosial, sebuah video yang memperlihatkan seorang pria adu mulut dengan petugas polisi lalu lintas (Polantas).

Peristiwa ini terjadi di Jalan Sultan Agung, Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan.

Video ini viral dan diunggah oleh akun Instagram @wargajakarta.id.

Dalam video ini tampak seorang pria yang menggunakan jaket dan celana panjang mengamuk kepada petugas lantaran tidak diterima ditilang.

Baca juga: Seorang Lansia di Jakarta Diteriaki Maling dan Dikeroyok hingga Tewas, Saksi: Badannya Sudah Kurus

Baca juga: Istri Seorang Pertani di Karawang Histeris, Temukan Suaminya Tewas Dibunuh di Rumahnya

Menurut Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, peristiwa tersebut terjadi lantaran si pengendara motor melewati busway. Petugas berusaha menertibkan dan diketahui pria tersebut karena tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Itu anggota Gakkum Sie Tatib. Saat melakukan penindakan di Manggarai ada pengendara lewat jalur busway dan dicek tidak punya SIM. Namun yang bersangkutan tidak terima saat mau ditilang,” ujar Sambodo, Sabtu (22/1/2022).

Sambodo menambahkan, pria tersebut juga memaki dan berusaha memancing amarah petugas. Namun, pada akhirnya pria tersebut tetap ditilang oleh anggota Polantas.

“Yang bersangkutan mendorong-dorong petugas agar terpancing dan (tetapi) anggota tetap menahan emosi. (Untungnya) sudah dilakukan penilangan juga oleh anggota kepada yang bersangkutan. Terima kasih,” kata dia.

Sambodo juga mengimbau kepada masyarakat untuk patuh apabila diperiksa oleh para petugas. Menurutnya, Polantas sangat menghormati pelanggar yang bersikap sopan.

“Patuhi arahan petugas, kami akan sangat menghormati pelanggar yang santun,” ucapnya.

Baca juga: Main Judi Bersama Berujung Pembunuhan, Pria di Palembang Tewas di Tangan Temannya

Baca juga: Hari Ini Pemadaman Listrik 8 Jam di Kota Jayapura, Japut hingga Abepura Kena Dampak

Menanggapi hal ini, seorang Psikologi Adi Sasongko mengatakan, pengendara atau pengemudi yang emosi saat ini bukan kali pertama terjadi.

“Fenomena ini memang sudah cukup banyak. Menurut saya ini karena ada sikap toleransi yang cenderung mulai terkikis. Baik toleransi kepada petugas hukum maupun masyarakat lain,” ucap Adi.

Menurutnya, hilangnya sikap toleransi ini sayangnya dilakukan saat berkendara. Ditambah lagi pengendara di jalan raya tidak patuh terhadap hukum yang berlaku.

“Ini sangat disayangkan. Cara meredam emosi sebenarnya sederhana, dengan cara menumbuhkan rasa menghargai nyawa dan keselamatan diri sendiri dan pengendara lain,” kata Adi.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved