Viral Video Seorang Wanita Ngamuk Tak Mau Divaksin hingga Minta Ditembak, Ini Kata Polda Sulut

Viral di media sosial, sebuah video wanita menolak mendapat vaksin Covid-19 di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara.

Tribunnews.com
ILUSTRASI Vaksinasi Covid-19 - Viral di media sosial, sebuah video wanita menolak mendapat vaksin Covid-19 di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Viral di media sosial, sebuah video wanita menolak mendapat vaksin Covid-19 di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara.

Wanita yang diketahui seorang ibu rumah tangga (IRT) itu menolak divaksin saat petugas mendatangi rumahnya.

Dalam video itu, tampak wanita tersebut ngotot tak mau divaksi Covid-19 dan bahkan meminta polisi yang ada saat itu menembak dirinya.

Baca juga: Pemuda di Bekasi Bunuh Teman dengan Berdalih Lakukan Prank, 30 Menit Korban Dilakban hingga Tewas

Baca juga: Wanita yang Viral Diejek Polisi saat Buat Laporan Ternyata Bohong, Ngaku Jadi Korban Rudapaksa

Kepolisian Daerah (Polda) Sulut angkat bicara terkait video viral aksi yang dilakukan wanita tersebut.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, kejadiannya di Desa Kayumoyondi Dusun II, Kecamatan Tutuyan, Kabupaten Boltim, pada Selasa (25/1/2022) siang.

Informasi diperoleh, saat itu Sangadi (kepala desa) bersama Perangkat Desa Kayumoyondi dan personel Polres Boltim, sedang melaksanakan upaya percepatan vaksinasi di wilayah Tutuyan.

Kemudian, mendatangi salah satu rumah warga yang belum disuntik vaksin dan menyampaikan imbauan serta ajakan secara baik-baik.

"Namun, justru warga (wanita) tersebut menolak dengan keras," ujar Jules.

Baca juga: Kontak Tembak TNI-KKB Masih Berlangsung di Gome Papua, 1 Lagi Prajurit Gugur

Bahkan, ibu rumah tangga yang dalam video tampak emosional tersebut, memarahi perangkat desa dan petugas kepolisian, serta menganggap ajakan untuk vaksinasi ini seolah-olah sebagai pemaksaan.

Jules menambahkan, pada saat itu tidak ada pemaksaan oleh aparat.

"Tidak ada pemaksaan. Pihak pemerintah desa dan kepolisian saat itu hanya mengimbau yang bersangkutan untuk mengikuti vaksinasi di lokasi terdekat," tegas dia.

Menurut Jules, ibu rumah tangga tersebut menolak keras karena belum menyadari betapa pentingnya vaksinasi massal yang diprogramkan pemerintah demi menekan laju penyebaran Covid-19.

Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat ibu rumah tangga tersebut masih emosional dan belum bisa menerima, maka petugas gabungan pun meninggalkan lokasi dan melanjutkan tugas di tempat lain.

"Kami terus bersinergi dengan pihak-pihak terkait juga termasuk melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk melakukan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya vaksinasi," sebut Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved