Budaya
Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid dan Legislator Bahas Fasilitas Budaya di Papua
Direktorat Jenderal (Ditjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Himar Farid bersama DPR Papua bahas budaya
Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Maickel Karundeng
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Direktorat Jenderal (Ditjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Himar Farid bersama DPR Papua dari fraksi otsus, membahas fasilitas budaya di Papua.
"Jadi kita berdiskusi apa langkah-langkah konkrit yang bisa diambil untuk mengatasi berbagai persoalan seperti museum, taman budaya, dan juga kegiatan festival yang selama ini ada di Papua, dan kita diskusi cukup panjang," kata Himar Farid disela-sela pertemuan,Jumat (28/1/2021).
Baca juga: Tak Ada Penambahan Pasukan ke Distrik Gome Pasca Kontak Tembak TNI-KKB
Lanjut dia, intinya seluruh fasilitas, dapat dilestarikan untuk budaya Papua.
"Tentunya masalah ini tidak sederhana, dan saya juga tidak banyak muluk-muluk atau mengatakan semuanya bisa diselesaikan,"ujarnya.
Baca juga: Kapolres Sarmi dan Paniai Diganti, Irjen Fakhiri: Tumbuhkan Semangat Pengabdian Tinggi
Tetapi melalui diskusi itu, apa sebenarnya yang menjadi persoalan.
Menurut dia, sasaran utama tentu tidak terlepas dari kaum muda, terutama dengan perkembangan jaman dengan kebudayaan asli anak Papua.
"Atas usulan dalam pembahasan kita, bersama DPR Papua, maka saya akan berkunjung langsung ke beberapa fasilitas budaya untuk melihat secara dekat masalah yang lebih dalam lagi,"katanya.
Baca juga: 5 Cara Kembalikan Energi Diri Sendiri Saat Anda Merasa Sedih
Hilmar mengatakan, sehingga nantinya pihaknya bisa dapat mencari jalan keluar secara bersama-sama.
"Tentu kami dari kementerian akan membagi waktu untuk membahas masalah yang terjadi,"ujarnya.
Dengan demikian, menurut dia, kedepannya ada kemajuan untuk melihat langkah kongkrit yang bisa diambil.
Baca juga: Kapolda Papua Mengutuk Keras Aksi Penembakan di Distrik Gome Kabupaten Puncak
Semisal, Museum noken yang didirikan dengan bantuan dana dari kementerian pada 2013.
Tetapi, kata dia, butuh waktu lama untuk serah terima, pada 2021 baru ada petugas-petugas disana.
Selanjutnya, terkait pengangkatan SDM, harus ada orang yang mempunyai peningkatan dalam mengelolah museum dan lainnya.
Baca juga: Makan Sehat dan Olahraga Faktor Umum yang Pengaruhi Kesehatan Fisik dan Mental Anda
"Tetapi yang paling penting adalah komitmen bersama untuk memastikan kelestarian budaya di Papua, karena banyak hal teknis yang memerlukan proses penyelasaian non legal,"katanya.
Meski demikian, tambah dia, semua persoalan teknis yang terjadi dilapangan bisa dipecahkan dengan berjalannya waktu melalui kesabaran, organisasi, dan sumber daya yang perlu digalang untuk langkah kemajuan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/himar-farid-1.jpg)