Breaking News:

Pendidikan

Akibat Rasis Terhadap Siswa Papua, Guru SMA di Jember Disanksi

Guru dari satu diantara SMA di Kabupaten jember telah melontarkan kata-kata rasis saat berada di dalam kelas.

Editor: Roy Ratumakin
Tribunnews/Irwan Rismawan
ILUSTRASI - Sejumlah mahasiswa dari Aliansi Anti Rasisme, Kapitalisme, Kolonialisme, dan Militerisme Papua melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (22/8/2019). Aksi tersebut sebagai bentuk kecaman atas insiden di Surabaya dan menegaskan masyarakat Papua merupakan manusia yang merdeka. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Guru adalah tenaga pengajar dan pendidik, dan guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa.

Namun hal ini tak pantas disematkan kepada oknum guru di Jember, Jawa Timur.

Guru dari satu diantara SMA di Kabupaten Jember telah melontarkan kata-kata rasis saat berada di dalam kelas.

Baca juga: Tuntut Arteria Dahlan Minta Maaf soal Rasis Bahasa Sunda, Panglima Santri Ancam Kepung DPR RI

Akibat rasis yang dilakukan, yang bersangkutan dibebastugaskan dari dari profesi guru dan dimutasi sebagai staf di kantor Dinas Pendidikan (Dispendik) wilayah Jember-Lumajang.

"Yang bersangkutan sedang menjalani sanksi," kata Kepala Seksi SMA/SMK Cabang Dispendik Wilayah Jember-Lumajang Muhamad Chotib dikutip dari laman Kompas.com.

Menurut dia, kasus itu bermula saat guru tersebut sedang mengajar di kelas pada 26 Januari 2022.

Di dalam kelas itu terdapat pelajar asal Papua yang sedang mengikuti program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM).

Saat proses belajar mengajar itu, sang guru memberikan sanksi pada salah satu pelajarnya karena tidak mengerjakan tugas.

Baca juga: Diduga Rasis ke Marckho Meraudje, Suporter Singapura Minta Maaf Akui Ejek Timnas Indonesia

Saat pemberian sanksi itu, terlontar kata-kata rasis dari guru sehingga membuat pelajar tersebut tidak terima.

Chotib mengaku sudah menyelesaikan masalah tersebut karena memicu persoalan sosial.

Sehari setelahnya, guru tersebut juga sudah mengakui kesalahannya dan meminta maaf.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga langsung mendatangi sekolah tersebut pada 29 Januari lalu untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Baca juga: Shin Tae-yong Pastikan 8 Punggawa Garuda Positif Corona, Trio Papua Aman

"Kami hadir di sini karena sempat terkonfirmasi ada penyampaikan kata-kata yang kurang tepat oleh guru kepada siswa," kata Khofifah dalam keterangan tertulisnya.

Khofifah menyesalkan tindakan oleh oknum guru itu dan berharap kejadian serupa tidak terulang lagi.

Dia meminta agar sekolah bisa kondusif sehingga tercipta kegiatan belajar mengajar yang baik dan nyaman. (*)

Artikel ini juga telah tayang di Kompas.com dengan judul: Buntut Rasis ke Murid Asal Papua, Guru SMA di Jember Dipindahkan Jadi Staf Dinas Pendidikan

Sumber: Tribun Papua
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved