Papua Barat Terkini

Praktisi Hukum Minta Kapolres Sorong Kota Diperiksa, Warinussy: Otak Penyerangan Juga Diungkap

Propam Polda Papua Barat diminta memeriksa Kapolres serta jajarannya. Polisi juga diminta ungkap otak di balik penyerangan dan pembakaran Double O.

(Tribun-Papua.com/Safwan Ashari Raharusun)
Juru Bicara Jaringan Damai Papua (JDP), Yan Christian Warinussy. 

TRIBUN-PAPUA.COM, SORONG - Tragedi di Kota Sorong yang merenggut 18 nyawa, dan pembakaran diskotek Double O Club Sorong, menyisakan tanda tanya besar.

Bentrok yang terjadi pada Senin (24/1/2022) malam sekitar 23.30 WIT, dan berlanjut hingga dini hari keesokan harinya di Double O, Selasa (25/1/2022), sudah diketahui aparat kepolisian pada Polsek Sorong Timur.

Merespon hali itu, Praktisi Hukum di Papua Barat, Yan Christian Warinussy berpendapat, harusnya yang diperiksa tidak boleh hanya kedua belah pihak saja.

"Saya melihat dalam kasus ini Kapolres Sorong Kota, harus ikut diperiksa," ujar Warinussy, dilansir TribunPapuaBarat.com, Senin (31/1/2022).

Baca juga: BREAKING NEWS: 3 Terduga Pembakar Double O Sorong Ditangkap di Pelabuhan Fakfak

Alasannya, jajaran Polres Sorong Kota yakni Polsek Sorong Timur ada di tempat tersebut, saat kejadian.

"Kalau sejak awal sudah terima laporan, harusnya Polisi sudah antisipasi sejak dini atau pendekatan kepada kedua pihak," ujarnya.

"Celakanya, mereka di lokasi saat ada kejadian pembacokan dan berlanjut hingga pembakaran. Lewat kejadian itu, harusnya Kapolres, Kapolsek dan anggota yang bertugas saat kejadian harus diperiksa," ujar Warinussy.

Dia berujar, bagaimanapun tidak boleh menyalahkan kedua pihak bertikai saja.

Baca juga: Tiba di Sorong, 3 DPO Pembakar Double O Sorong yang Ditangkap di Fakfak Diperiksa Polisi

"Minimal mereka (Polisi) harus ikut bertanggungjawab. Masa Polisi tidak bisa mencegah sehingga tidak merembet ke tindakan yang menewaskan belasan orang di dalam THM Double O Sorong," sesalnya.

Ia menyangkan kepolisian yang tak bertindak cepat, terlebih lalai atas informasi adanya pekerja di dalam diskotek Double O Club Sorong sebelum dibakar atau saat berlangsungnya bentrok di area itu.

"Saya minta agar Kapolres Sorong Kota harus bertanggungjawab atas kejadian ini," ujar Advokat HAM itu.

Warinussy berharap, kasus antara kedua pihak ini tidak boleh hanya fokus pada warga saja.

Propam Polda Papua Barat diminta bekerja untuk memeriksa Kapolres serta jajarannya.

"Kita ingin melihat, sejauh mana tanggungjawab Kepolisian mulai dari sebelum hingga sesudah kejadian tersebut," katanya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved