Persipura
Panjang Umur Elisa Basna, Kerja Keras Demi Lambang Persipura
Pemain berdarah Sorong, Papua Barat itu itu tengah merayakan hari kelahirannya tepat pada Jumat (4/2/2022).
Penulis: Arni Hisage | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tyo Effendy
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Hari ini merupakan momen bahagia dari gelandang Persipura, Elisa Basna.
Pemain berdarah Sorong, Papua Barat itu itu tengah merayakan hari kelahirannya tepat pada Jumat (4/2/2022).
Kini sang pemain genap memasuki usia ke 26 tahun, umur yang cukup matang untuk seorang pesepakbola.
“Selamat ulang tahun Elisa Basna, doa terbaik untukmu selalu terlebih bersama Persipura, Tuhan berkati selalu,” tulis admin pada laman resmi Instagram klub.
Baca juga: Shin Tae-yong Inginkan Pemain Persebaya Gabung Timnas, Aji Santoso Tawarkan Syarat Ini
Baca juga: Pemimpin ISIS Al-Quraishi Tewas Ledakkan Diri saat Diserang Pasukan AS di Suriah
Pemain dengan sapaan Elbas itu merupakan sosok penting dalam permainan Mutiara Hitam musim ini.
Elisa Basna yang kerap dimainkan pada posisi gelandang serang hingga penyerang sayap acap kali menjadi pilihan utama Alfredo Vera.
Meski begitu, pemilik nomor punggung tujuh dalam skuad Persipura itu tidak langsung menjadi starter sejak didatangkan musim ini.
Eks punggawa Persebaya itu lebih sering menghiasi bangku cadangan pada awal musim saat ditangani Jacksen F Tiago.
Sosoknya acap kali menjadi super sub pada babak kedua saat pola penyerangan Mutiara Hitam mulai terbaca.
Tusukannya dengan mengandalkan lebar lapangan menjadi pembeda dalam pertandingan.
Baca juga: Cyrus Margono Disebut Bisa Ikuti Langkah Elkan Baggott, Siap Bela Timnas Indonesia?
Seiring dengan hilangnya Todd Ferre dalam skuad Mutiara Hitam, Elisa Basna kerap menjadi starter utama.
Namun konsistensi permainan menjadi pekerjaan utama Elisa Basna dalam mengangkat tim.
Adik kandung dari Yanto Basna itu telah memiliki 578 menit bermain bersama Persipura dari 18 penampilan.
Selamat ulang tahun Elbas. ayo kerja keras Elbas, demi lambang Persipura di dada dan masyarakat Papua tentunya. (*)