Tribun Militer

Sosok I Nyoman Cantiasa, Jenderal TNI yang Pernah Selamatkan Sandera di Papua dan Somalia

Perwira TNI kelahiran 26 Juni 1967 itu tercatat telah berkiprah dalam operasi berbahaya dan penting dalam sejarah TNI dalam mengatasi aksi teror.

Penerangan Kopassus
Letjen TNI I Nyoman Cantiasa saat menjabat Danjen Kopassus, menutup secara resmi pendidikan komando angkatan 103. Kini menjabat Pangkogabwilhan III. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa kini menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III.

Otomatis di pundaknya akan disematkan pin bintang tiga atau pangkat Letnan Jenderal (Letjen).

Ia sebelumnya menjabat Pangdam XVIII/Kasuari.

Cantiasa ditunjuk memimpin Pangkogabwilhan III menyusul Surat Keputusan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, berdasarkan Surat Keputusan Jabatan 328 Perwira Tinggi TNI nomor 66/I/2022 tanggal 21 Januari 2022, tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan TNI.

Baca juga: LBH Desak Pemerintah Pusat Hentikan Pembahasan Pemekaran Provinsi Papua 

Baca juga: Mahasiswa di Sorong Tolak DOB Provinsi Papua Barat Daya

Sebelum mengemban jabatan tersebut, nama perwira tinggi TNI asal Bali itu juga sempat digadang masuk bursa kandidat Pangkostrad.

Ternyata sejak awal kariernya, Perwira TNI kelahiran 26 Juni 1967 tersebut tercatat telah berkiprah dalam operasi-operasi berbahaya dan penting dalam sejarah pelibatan TNI dalam mengatasi aksi teror.

Ketika masih berpangkat Letnan Satu, Cantiasa telah diterjunkan dalam operasi pembebasan anggota tim Ekspedisi Lorentz 95 yang disandera oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Mapenduma Papua pada 1996.

Selain itu, lulusan Akademi Militer tahun 1990 tersebut juga pernah diterjunkan dalam operasi pembebasan sandera Anak Buah Kapal MV Sinar Kudus yang dibajak pada 2011 di Perairan Somalia.

Cantiasa mengatakan ia yang saat itu menjabat sebagai Komandan Satuan Penanggulangan Teror (Satgultor 81) Kopassus turut terlibat merancang operasi pembebasan sandera tersebut.

Saat itu, kata dia, timnya melaksanakan operasi bersama pasukan elit TNI AL yakni Detasemen Jalamangkara.

Menurutnya operasi tersebut adalah operasi yang punya tingkat kesulitan sangat tinggi.

Baca juga: Ilmuwan Muda Ini Minta Presiden dan Kapolri Tambah Kuota Peserta Sekolah Inspektur Polisi di Papua 

Cantiasa juga berpengalaman tugas di Papua, antara lain sebagai Danrem 173/PVB (Biak) Kodam XVII Cenderawasih dan Kasdam XVII Cenderawasih pada 2017.

Kemudian pada 2018 ia menjabat sebagai Pa Sahli Tk. III Bid. Polkamnas Panglima TNI hingga ia kemudian menjabat sebagai Komandan Jenderal Kopassus pada 2019.

Terakhir, sebelum menjabat Panglima Kogabwilham III saat ini Cantiasa menjabat sebagai Panglima Kodam XVIII Kasuari pada 2020.

Saat penyerahan dokumen oleh Ketua Harian LMA Papua Barat kepada Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa yang juga Anak Adat Man Warem Saireri. (Pendam Kasuari)
Saat penyerahan dokumen oleh Ketua Harian LMA Papua Barat kepada Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa yang juga Anak Adat Man Warem Saireri. (Pendam Kasuari) (Tribun-Papua.com/Safwan A Raharusun)
Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved