Fakta Guru SD Dibunuh Mantan Suami saat di Sekolah, Pelaku Menunggu Polisi Datang Menangkapnya
Saat kejadian, para guru dan siswa sudah berada dalam kelas. Sementara AR sedang berjalan kaki masuk ke sekolah.
TRIBUN-PAPUA.COM - N (56) mengungkapkan alasannya membunuh mantan istrinya AR (50).
Diketahui, AR (50), seorang guru Sekolah Dasar di Sadang Seratng, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat, ditemukan tewas di halaman sekolah tempatnya mengajar, pada Senin (7/2/2022), sekira pukul 07.00 WIB.
Saat kejadian, para guru dan siswa sudah berada dalam kelas. Sementara AR sedang berjalan kaki masuk ke sekolah.
Baca juga: Sesosok Mayat Perempuan Hampir Tanpa Busana Ditemukan di Pinggir Sungai, Lokasi Jauh dari Pemukiman
Baca juga: Pengakuan Pria yang Tangkap Buaya Berkalung Ban untuk Diselamatkan: Kasihan Lehernya Sudah Luka
Menurut keterangan Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SDN 032 Prihatna, mantan suami korban, N terlihat menghampiri AR dan menusuk perut korban dengan pisau yang dibawa beberapa kali.
Pelaku sempat mengejar korban yang berusaha lari menyelamatkan diri. Korban kemudian memegang leher korban dan kembali menusuknya hingga perempuan 50 tahun itu tewas.
Usai menghabisi korban, pelaku juga mengancam penjaga sekolah dan guru lainnya yang hendak mendekat.
"Dia berkata tak takut, dan siap menyerahkan diri ke kepolisian," ujar dia, Senin.
Pelaku dan Korban sempat Cekcok
Prihatna mengatakan 3 hari sebelum pembunuhan terjadi, korban dan pelaku sempat cekcok di ruang kelas pada Jumat (4/2/2022).
Saat itu Prihatna sempat membawa pelaku ke ruangan lain dan menghubungi kepolisian untuk mendamaikan keduanya.
"Polsek Coblong datang dari pihak kepolisian dua orang terjadi diskusi dan saling memaafkan," katanya.
Ia mengaku tak menyangka cekcok berakhir dengan tewasnya AR.
Menurut Prihatna, pelaku diduga sakit hati terhadap korban karena tak melibatkan dirinya dalam pernikahan anak keduanya.
Setelah peristiwa penusukan tersebut, AR dievakusi ke RS Sartika Asih Bandung. Petugas menyatakan AR sudah meninggal dunia.
Sementara itu pelaku sempat ke belakang sekolah hingga akhirnya ia diamankan petugas Polsek Coblong.
Baca juga: Seorang Pemuda di Jember Bacok Keluarganya Sendiri Gegara Rebutan Rumah Warisan, 2 Orang Jadi Korban
Ditolak Rujuk
Kapolsek Coblong Kompol Nanang Sukmajaya mengatakan polisi telah memeriksa pelaku terkait motif pembunuhan terebut.Selain itu hal yang memicu pelaku marah adalah korban menolak saat diajak rujuk.
Nanang menjelaskan pelaku dan korban sudah bercerai sejak 2017. Mereka memiliki dua orang anak.
Anak sulung sudah melangsungkan pernikahan dan sang anak bungsu akan menikah akhir pekan nanti.
"Berdasarkan fakta yang ada, salah satu latar belakang dugaan pembunuhan tersebut menyebabkan kekecewaan terhadap mantan suami," ucap Nanang.
Baca juga: Seorang Pemuda di Jember Bacok Keluarganya Sendiri Gegara Rebutan Rumah Warisan, 2 Orang Jadi Korban
Pelaku sendiri diduga merencanakan pembunuhan terhadap korban.
Fakta tersebut muncul karena pisau dapur yang digunakan untuk menusuk korban sudah dibawa sejak pelaku datang ke sekolah pada Senin pagi.
Menurutnya, sebelum penusukan terjadi, korban dan pelaku sempat cekcok. Korban kemudian masuk sekolah namun pelaku mengejar korban dari belakang.
Pelaku kemudian memiting korban dan menusukkannya di bagian organ vital korban.
Setelah menusuk korban hingga tewas, pelaku yang juga mantan suami korban menunggu pihak kepolisian untuk menangkapnya.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Usai Bunuh Mantan Istri yang Hendak Mengajar di Sekolah, Pria Ini Menunggu Polisi Datang Menangkapnya