Selasa, 21 April 2026

Pendidikan

Kick Off G20, Nadiem Umumkan Agenda Prioritas Bidang Pendidikan

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim mengumumkan agenda prioritas bidang pendidikan

Editor: Maickel Karundeng
(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim sebelum pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju serta pejabat setingkat menteri. 

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA- Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim mengumumkan agenda prioritas bidang pendidikan dan kebudayaan pada perhelatan G20 hari ini, Rabu (9/2/2022).

Nadiem menyampaikan sejumlah terobosan Merdeka Belajar yang akan diperkenalkan kepada dunia sebagai praktik baik dan contoh untuk direplikasi oleh negara-negara lain di dunia.

Baca juga: Polemik Pembangunan Bendungan di Wadas, Polri Klaim Semua Warga yang Ditangkap Telah Dipulangkan

Ia berharap Indonesia dapat menginspirasi negara-negara maju dan berkembang, sekaligus mendapatkan kemitraan yang bermanfaat.

“Ada empat agenda prioritas bidang pendidikan yang akan kami perjuangkan sebagai pimpinan Kelompok Kerja Pendidikan G20, dan nanti ketika pertemuan puncak dengan menteri-menteri pendidikan,”kata Nadiem seperti dilansir dari laman Kemendikbud.

Baca juga: Kunci (Chord) Gitar dan Lirik Lagu Berhenti Berharap - Sheila On 7: Aku Pulang Tanpa Dendam

Pertama, Pendidikan Universal yang Berkualitas. Kedua, Teknologi Digital untuk Pendidikan. Ketiga, Solidaritas dan Kemitraan. Keempat, Masa Depan Dunia Kerja Pasca Covid-19.

Pada bidang kebudayaan, Nadiem mengatakan, Indonesia mengajak dunia untuk mendorong praktik-praktik hidup berkelanjutan berbasis budaya dan tercetusnya konsensus global untuk mencapai hal tersebut.

"Akan ada Konferensi Seni dan Budaya untuk Pemulihan dan pertemuan puncak dengan menteri-menteri kebudayaan di kawasan Candi Borobudur yang menjadi kebanggaan kita bersama," ujarnya.

Baca juga: Klaim Penambangan di Wadas Tak Langgar Hukum, Mahfud: Penolakan Sebagian Warga Tak akan Berpengaruh

Pada akhir sambutannya, Nadiem mengajak para warga dan pemimpin dunia untuk menghasilkan aksi yang nyata dan bermakna.

“Mari wujudkan tema G20 ‘Recover Together, Recover Stronger’ jadi aksi nyata dan bermakna. Dengan semangat untuk pulih dan bangkit bersama, saya ingin mengajak semuanya untuk menguatkan gotong royong agar kita bisa menyukseskan presidensi G20 Indonesia, serta mewujudkan Merdeka Belajar, Merdeka Berbudaya," ajaknya.

Mendikbud Ristek meresmikan G20 di bidang pendidikan dan kebudayaan dengan mencabut gunungan. Dalam pewayangan, gunungan menggambarkan kehidupan di alam semesta.

Baca juga: Dampak Sering Konsumsi Gorengan, Bisa Tingkatkan Risiko Kematian

Pencabutan gunungan merupakan lambang pergantian lakon, di mana manusia berjuang dan berusaha mengubah jalan hidupnya.

Gunungan dalam logo G20 merepresentasi semangat dan optimisme masyarakat Indonesia, khususnya untuk bangkit dari pandemi dan segera memasuki babak baru kehidupan.(Sumber : Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved