ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Rusia vs Ukraina

Ukraina Makin Memanas, Warga Sipil Dipersenjatai

Belasan negara telah menyerukan kepada warganya yang berada di Ukraina untuk meninggalkan negara tersebut.

Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Istimewa
Tentara cadangan Ukraina memegang replika kayu senapan Kalashnikov, dalam latihan militer di dekat Kiev pada Sabtu (25/12/2021). Para peserta pelatihan adalah bagian dari batalyon cadangan yang dibentuk untuk melindungi sebuah distrik di Kiev jika terjadi serangan terhadap kota terbesar di Ukraina itu. Puluhan warga sipil bergabung dengan tentara cadangan Ukraina dalam beberapa bulan terakhir, karena kekhawatiran meningkat bahwa Rusia, yang menurut Kiev telah mengumpulkan sekitar 100.000 tentara di sisi perbatasannya, sedang merencanakan serangan skala besar.(AFP/SERGEI SUPINSKY) 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Belasan negara telah menyerukan kepada warganya yang berada di Ukraina untuk meninggalkan negara tersebut.

Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman termasuk dalam negara-negara yang meminta warga mereka segera meninggalkan Ukraina.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Indonesia pada Kamis (10/02) mengatakan WNI yang tinggal di Ukraina 'aman dan sehat'.

Baca juga: Kanada Tarik Pasukannya dari Ukraina, Invasi Rusia Bakal Terjadi?

Sementara itu, Menteri Pertahanan Polandia pada Jumat malam, 11 Februari 2022, menyebut Amerika Serikat akan mengirimkan sekitar 3 ribu tentara ke Polandia.

Tindakan ini dilakukan menyusul diselenggarakannya latihan militer oleh Rusia di Belarus dan Laut Hitam setelah adanya penumpukan pasukan di dekat Ukraina.

Selagi Amerika Serikat mengirim pasukannya, Kadana lebih memilih menarik militernya yang berbasis di Ukraina ke tujuan yang dirahasiakan di Eropa.

Pernyataan tersebut disampaikan Kementerian Pertahanan Kanada pada Minggu (13/2/2022) di tengah kekhawatiran invasi Rusia ke Ukraina yang dikutip dari laman Kompas.com.

Rusia dilaporkan mengerahkan lebih dari 100.000 tentaranya di dekat Ukraina. Negara-negara Barat khawatir bahwa Moskwa bisa menyerang kapan saja.

Baca juga: Rusia Ancam Invasi Ukraina, Kondisi Warga Negara Indonesia Dipastikan Aman

Di sisi lain, Moskwa membantah merencanakan serangan ke Ukraina dan balik menuduh Barat histeria.

Di Ukraina sendiri, sejumlah warga sipil dilatih memegang senjata oleh anggota kelompok sayap kanan Ukraina di pelatihan militer di Kiev, Ukraina, Minggu (13/2/2022).

Para pejabat Amerika Serikat mengatakan, pengerahan senjata dan pasukan Rusia telah mencapai titik di mana ia dapat menyerang dalam waktu singkat.

Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan mengatakan pada Minggu bahwa invasi ke Ukraina oleh Rusia dapat dimulai kapan saja sekarang. (*)

Artikel ini dikutip dari Kompas.com dan beberapa sumber lainnya.

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved