Nasional

Ini Nasib Uang Tunai di Tengah Perkembangan Transaksi Digital

Selama proses adaptasi, ATM masih diperlukan untuk melayani nasabah ataupun layanan-layanan yang belum tersentuh dengan QRIS

istimewa
ilustrasi elektronifikasi 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA- Tak dipungkiri bahwa saat ini perbankan melakukan adaptasi secara operasional dengan pembayaran digital.

Hal ini disampaikan Pengamat Keuangan Ariston Tjendra bahwa, terutama bank besar sudah melakukannya, di antaranya melalui dukungan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

"Selama proses adaptasi, ATM masih diperlukan untuk melayani nasabah ataupun layanan-layanan yang belum tersentuh dengan QRIS," ujarnya melalui pesan singkat kepada Tribunnews.com, Selasa (15/2/2022).

Sementara, kalaupun ada pembatasan uang tunai dinilainya tidak berpengaruh dengan jumlah uang beredar, sehingga tidak akan mempengaruhi nilai tukar rupiah.

"Sepertinya peredaran uang tunai tidak akan dibatasi. Namun dengan semakin banyaknya transaksi digital, penggunaan uang tunai otomatis berkurang dengan sendirinya," kata Ariston.

Baca juga: Sandiaga Uno Optimis Capai Target 280 Juta Pergerakan Wisatawan Nusantara pada 2022

Baca juga: Bank Indonesia Target 15 Juta Pengguna Baru QRIS

Baca juga: Transaksi QRIS Terus Meningkat, Bank Indonesia Jajaki Kerja Sama QRIS Antar Negara

Adapun dari sisi keamanan, kalau untuk transaksi kecil-kecil mungkin tidak berpengaruh banyak, tapi melalui sistem digital dapat membuat transaksi lebih mudah dan efisien.

"Sedangkan, untuk transaksi besar tentu lebih aman transaksi digital. Perbankan pastinya sudah menerapkan sistem keamanan berkualitas tinggi untuk mengamankan transaksi, sehingga kita tidak takut dirampok," pungkasnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi uang elektronik mencapai Rp 305,4 triliun, tumbuh 49,06 persen di 2021 dibanding tahun sebelumnya atau year on year (yoy).

Kemudian, diproyeksikan meningkat 17,13 persen secara yoy hingga mencapai Rp 357,7 triliun di 2022.

Lalu, nilai transaksi digital banking meningkat 45,64 persen yoy mencapai Rp 39.841,4 triliun di 2021.

BI memperkirakan transaksi digital banking akan tumbuh 24,83 persen yoy mencapai Rp 49.733,8 triliun di 2022.

Di sisi tunai, uang kartal yang diedarkan pada Desember 2021 tumbuh 6,78 persen yoy mencapai Rp 959,8 triliun. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved