Pemekaran Papua

Pemuda Saireri Gifli Buinei Tegaskan Nabire Tak Masuk Wilayah Adat Mepago

Sebab merunut keturunan, budaya dan bahasa, enam suku di wilayah Kabupaten Nabire berasal dari Wilayah Saireri. Mirip dengan Waropen.

Tribun-Papua.com/Calvin Louis Erari
Ketua Umum Pemuda Saireri Provinsi Papua, Gifli Buinei menegaskan Kabupaten Nabire adalah Wilayah Saireri, bukan Meepago. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Ketua Umum Pemuda Saireri Provinsi Papua, Gifli Buinei menegaskan Kabupaten Nabire adalah Wilayah Saireri, bukan Meepago.

Sebab merunut keturunan, budaya dan bahasa, enam suku di wilayah Kabupaten Nabire berasal dari Wilayah Saireri.

Struktur dan kosa katanya sama seperti bahasa di daerah Waropen.

Keenam suku itu; Yaur, Wate, Mora, Umari, Gwoa Napan, dan suku Yerisiam.

Baca juga: Nabire Harus Jadi Ibu Kota Provinsi Papua Tengah, Bupati Mesak Magai: No Kompromi

"Enam suku ini sedang didorong ke Pemprov Papua dan Pusat untuk tetap menjadi wilayah adat Saireri."

"Maka hal ini penting untuk didengarkan oleh pemerintah, karena mereka bukan berbicara atas nama daerah orang lain, tapi atas nama daerah dan wilayah mereka sendiri," ujar Gifli dalam jumpa pers yang dihadiri Tribun-Papua.com di Kota Jayapura, Kamis (17/02/2022).

Glif meminta Pemerintah Papua dan Pusat untuk mempertimbangkan aspirasi itu.

"Sehingga apa yang disampaikan oleh masyarakat Nabire, benar-benar tersalurkan. Sebab ini kerinduan mereka agar dapat kembali ke wilayah adat Saireri,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua IV Pemuda Saireri Papua, Edoardo Rumatrai menyatakan enam suku tersebut sudah lama mendiami Kabupaten Nabire.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved