Nasional

Ini Jawaban Penimbun 1,1 Juta Liter Minyak Goreng di Sumatera Utara

Takut Rugi. Itulah alasan penimbun yang melakukan penimbunan minyak goreng sebanyak 1,1 juta liter di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com
ILUSTRASI - Para pembeli minyak goreng di Hypermart Mall Jayapura, yang sudah mulai dibatasi karena masyarakat memborong minyak goreng dengan harga murah, Kamis (20/1/2022). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Takut Rugi. Itulah alasan penimbun yang melakukan penimbunan minyak goreng sebanyak 1,1 juta liter di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Alasan penimbunan tersebut rupanya karena pihak produsen takut merugi.

Pihak perusahaan mengaku takut merugi karena HET yang ditetapkan pemerintah masih di bawah biaya produksi yang ditanggung perusahaan.

Baca juga: Ini Tiga Perusahaan Sawit yang Siap Salurkan Minyak Goreng Rp 9.300 per Kilogram

"Mereka jawab, takut rugi," kata Kepala Biro Perekonomian Pemerintah Provinsi Sumut Naslindo Sirait, dikutip dari laman Kompas.com, Sabtu (19/2/2022).

Diketahui, Satgas Pangan Sumatera Utara menemukan 1,1 juta minyak goreng sengaja ditimbun di salah satu gudang penyimpanan di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (18/2/2022).

Penimbunan tersebut dilakukan pada sebuah gudang di Jalan Industri, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.

KataNaslindo, pemerintah memiliki mekanisme tersendiri agar pihak pengusaha bisa mengklaim kerugian yang timbul.

Sehingga sebenarnya tak ada alasan bagi produsen untuk sengaja menahan pasokan, sementara masyarakat membutuhkan minyak goreng.

Penemuan ini pun langsung diserahkan ke pihak kepolian untuk diusut lebih lanjut. Saat ini, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut mulai melakukan penyelidikan.

Baca juga: Viral Video Emak-emak Rebutan Minyak Goreng di Supermarket, Serbu Etalase dan Saling Dorong

Satgas Pangan Sumatera Utara melakukan inspeksi mendadak di sejumlah perusahaan dan distributor minyak goreng, menyusul kelangkaan minyak goreng yang terjadi Sumut lebih dari dua pekan terakhir.

Pasokan minyak sebanyak itu, menurut Naslindo, mampu memenuhi enam hingga sepuluh persen kebutuhan minyak goreng di Sumut dalam sebulan.

"Itu, per bulannya bisa penuhi enam hingga 10 persen kebutuhan minyak goreng kita," ujarnya Naslindo.

Sidak tersebut berawal dari stok minyak goreng di pasar tradisional dan ritel modern di Medan yang kosong dalam beberapa hari terakhir, yang kemudian memicu kenaikan harga. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Jawaban Penimbun 1,1 Juta Liter Minyak Goreng Saat Ditanya Satgas Pangan, Sebut Takut Rugi

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved