Nasional

Sempat Serang Warga, Buaya Berbobot 700 Kilogram Akhirnya Dievakuasi

Setelah 5 jam,TRC DPKP Inhil akhirnya berhasil menangkap dan mengevakuasi buaya berukuran jumbo tersebut.

Istimewa/ Tribunpekanbaru.com
Seekor buaya berbobot 700 Kg yang sebelumnya menyerang warga di Inhil akhirnya berhasil dievakuasi TRC DPKP, Minggu (20/2/22). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Seekor buaya berbobot 700 kilogram menyerang warga di Desa Sungai Piyai, Kecamatan Kuindra, Inhil, Riau, Minggu (20/2/22).

Hal ini membuat Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Indragiri Hilir (Inhil) Riau melakukan operasi darurat non kebakaran setelah mendapat laporan warga.

Setelah 5 jam,TRC DPKP Inhil akhirnya berhasil menangkap dan mengevakuasi buaya berukuran jumbo tersebut.

Buaya tersebut berbobot 700 kilogram dan panjang 5 meter, serta lebar 88/90.

Kepala DPKP Inhil, Eddiwan Shasby menuturkan pihaknya menurunkan 14 orang untuk mengevakuasi buaya tersebut.

 “Jumlah anggota yang diberangkatkan sebanyak 14 orang, termasuk 2 orang tenaga medis. Alhamdulillah kita mendapatkan target (buaya) yang kita inginkan dan tidak memakan waktu yang terlalu lama,” ungkap Eddiwan.

Eddiwan menjelaskan, TRC DPKP Inhil berangkat dari Tembilahan menuju ke Desa Sungai Piyai menggunakan speed boat sekitar pukul 09.00 WIB.

Kemudian TRC DPKP Inhil berhasil menangkap dan mengamankan buaya tidak lama berselang, sekitar pukul 14.00 WIB.

 “Target buaya sudah tertangkap dan langsung dibawa ke Tembilahan menggunakan speed boat. Jam 5 sore buaya sudah berhasil di evakuasi sementara ke Markas komando Damkar Inhil,” jelasnya.

Menurut Eddiwan, operasi yang dilaksanakan kali ini di luar respontime dari Markas komando Damkar Inhil.

Operasi dengan koordinasi yang baik dan mematangkan setiap tindakan atau eksekusi agar lebih efektif.

 “Kita mengutamakan keamanan dan keselamatan dalam penugasan serta sinergisitas diantara anggota. Dalam operasi satwa liar buas atau dilindungi seperti ini, tetap mengutamakan agar satwa atau buaya tidak cedera," katanya.

Baca juga: Buaya Ditembak Mati Usai Satu Minggu Lebih Ganggu Aktivitas Warga

Baca juga: Selamatkan Buaya Berkalung Ban di Palu, Pria Ini Disebut Warga Lebih Hebat dari Panji Petualang

Sebelumnya, seorang warga bernama Nurlela diserang buaya saat mengambil air untuk kebutuhan mandi dan mencuci di Sungai Lundu, RT 01 RW.01 Dusun 1 Tok Maroy Desa Sungai Piyai, Kecamatan Kuindra, Inhil, Jumat (17/2/22).

Korban yang mengayunkan tangannya ke sungai untuk mengambil air tiba–tiba diterkam buaya.

Akibatnya korban secara spontan memukul mulut buaya dengan tangan dan berteriak hingga akhirnya gigitan buaya di tangan korban terlepas.

Akibat serangan buaya tersebut, korban mengalami luka robek di tangan hampir 20 cm dan mendapatkan perawatan medis. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved