Nasional

Ada 3 E-Commerce Indonesia Diawasi Amerika Serikat, Diduga Menjual Barang Bajakan

Daftar tahunan ini bertujuan untuk membantu meningkatkan kesadaran publik dan mendorong perusahaan terkait memerangi barang bajakan.

shutterstock
ilustrasi belanja online 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Terdapat 42 e-commerce bermasalah dari seluruh dunia masuk daftar Notorious Market List 2021 yang dirilis Pemerintah Amerika Serikat (AS).

Notorious Market List dilansir dari situs resmi Departemen Perdagangan AS adalah daftar tahunan yang bertujuan untuk membantu meningkatkan kesadaran publik dan mendorong perusahaan terkait memerangi barang bajakan.

Terbanyak ada di China dan beberapa juga ada dari Indonesia. Perwakilan Departemen Perdagangan AS, Katherine Tai dikutip dari ustr.gov menjelaskan kegiatan penjualan barang palsu secara global bisa merusak industri kreatif.

"Aktivitas ini juga berdampak pada pihak yang terlibat dalam pembuatan barang palsu, serta dapat menimbulkan risiko yang signifikan terhadap kesehatan dan keselamatan konsumen dan pekerja di seluruh dunia,” kata Katherine dikutip dari ustr.gov, Selasa (22/2/2022).

Baca juga: Transaksi Digital Tembus Rp 4.314,3 Triliun, Gubernur BI: Karena Masyarakat Gemar Belanja Online

Dalam daftar e-commerce yang diawasi Amerika Serikat ada nama Tokopedia, Bukalapak dan Shopee. Sementara dari China ada raksasa e-commerce AliExpress, serta platform percakapan WeChat juga masuk ke dalam perusahaan yang diawasi AS untuk menjual atau memfasilitasi produk ilegal.

Lalu, ada pula sejumlah perusahaan yang sebelumnya terdapat di dalam Notorious Market List di tahun lalu, dan masih masuk ke dalam daftar pengawasan AS di tahun 2021, seperti Baidu, Pinduoduo, hingga Taobao.

Lantas, siapa apa saja yang dijebloskan AS ke dalam daftar pengawasan atau

Notorious Market List sebagai perusahaan online yang memfasilitasi penjualan barang

palsu dan bajakan di tahun 2021?

Berikut daftar perusahaan dalam pengawasan AS

Halaman
1234
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved