Kamis, 16 April 2026

Pendidikan

Peringati Hari Bahasa Ibu, Indonesia Bagi Pengalaman Pembelajaran Multibahasa

Indonesia Berbagi Pengalaman Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran Multibahasa dalam peringatan hari bahasa 2022

Editor: Maickel Karundeng
Kemendikbudristek
Suasana webinar terkait peringatan hari bahasa ibu internasional pada Senin (21/2/2022) 

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA - Indonesia Berbagi Pengalaman Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran Multibahasa dalam peringatan hari bahasa 2022

Dalam memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional 2022, UNESCO menyelenggarakan beragam kegiatan, seperti: pameran virtual, pertunjukan budaya, dan webinar dengan tema “Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran Multibahasa”.

Baca juga: Jadwal Pekan ke-27 Liga 1 Hari Ini, Rabu 22 Februari 2022: Barito Vs Persija, Persebaya Vs Arema

Bersama Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), acara ini digelar untuk peserta agar dapat saling berbagi pengalaman terkait pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran multibahasa.

Baca juga: Pria Bunuh Remaja 14 Tahun lalu Rudapaksa Jasadnya, Pelaku Dendam Orangtua Korban Jual Burungnya

Dalam pameran virtual, Badan Bahasa Kemendikbudristek menampilkan beberapa poster penggunaan teknologi dalam revitalisasi Bahasa Ibu/bahasa daerah di Indonesia.

Sementara itu, dalam pertunjukan budaya ditampilkan Gondang Sambilang dari Pusat Bahasa Sumatera Utara.

Baca juga: 1.320 Warga Jayapura Sementara Jalani Perawatan Lantaran Terpapar Covid-19

Kepala Badan Bahasa, E. Aminudin Aziz mengatakan dalam mempromosikan belajar mengajar multibahasa yang dimediasi teknologi dan berkualitas semua kembali ke guru.

“Dalam situasi multibahasa seperti di Indonesia, guru bahasa akan menghadapi kompleksitas yang lebih menantang,"kata E. Aminudin Aziz dikutib dari kemdikbud.go.id.

"Para siswa membawa nilai-nilai budaya mereka sendiri ke dalam kelas, yang akan mempengaruhi interaksi dan komunikasi kelas,"ujarnya.

Baca juga: Pasangan di Ponorogo Pilih Minyak Goreng sebagai Maskawin, Kepala KUA Ungkap Makna di Baliknya

Namun, kata dia, para guru dapat memanfaatkan perbedaan budaya ini untuk memperkaya bahan ajar mereka dan menyatukannya menjadi campuran yang proporsional.

Menurut dia, teknologi dapat membantu memadukan variasi untuk menghasilkan bahan pembelajaran yang seimbang.

Dengan demikian, guru bahasa dapat menunjukkan perannya dalam menciptakan harmoni di kelas, di mana mereka mengembangkan sikap positif di antara siswa seperti saling menghormati, bekerja sama, dan tenggang rasa.

Baca juga: Kemenkes : Kini, Vaksinasi Booster Lansia Bisa Diberikan Setelah 3 Bulan

“Guru bahasa juga dapat diuntungkan dengan tersedianya materi dari bahasa daerah,"katanya.

"Penggunaan materi kontekstual yang diambil dari bahasa daerah dapat membantu melestarikan keberadaan bahasa daerah yang akan diapresiasi oleh masyarakat setempat,”ujarnya.

Momentum itu juga menampilkan pembicara dari Kementerian Pendidikan Perancis, Chili, Bangladesh, Ghana, dan China.

Baca juga: Mulai Selasa Malam, Exit Test PCR Cukup Dilakukan 1 Kali

Dubes/Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Ismunandar, menyatakan bahwa sejak 1999 hingga kini, setiap 21 Februari, dunia merayakan Hari Bahasa Ibu Internasional.

“Hari tersebut merupakan platform penting untuk mempromosikan pentingnya keragaman budaya dan bahasa, dan multibahasa untuk perdamaian dan masyarakat yang berkelanjutan,”tambah dia.(Sumber :kemdikbud.go.id)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved