Breaking News:

Kesehatan

Papua Masuk Salah Satu Provinsi yang Tren Kasus Konfirmasi COVID-19 Menurun

Provinsi Papua termasuk salah satu di antara 10 provinsi di Indonesia yang tren kasus konfirmasi COVID-19 menurun

Editor: Musa Abubar
Tribun-Papua.com/Istimewa
Ilustrasi Covid-19 varian omicron, gejala Covid-19 omicron(Shutterstock/angellodeco) 

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA - Provinsi Papua termasuk salah satu di antara 10 provinsi di Indonesia yang tren kasus konfirmasi COVID-19 menurun.

Tren penurunan kasus konfirmasi COVID-19 di 10 provinsi terus terjadi hingga Rabu (23/2/2022). Terdapat 6 provinsi yang kasusnya turun setelah sempat melewati jumlah kasus harian pada gelombang Delta, seperti DKI Jakarta, Banten, Bali, Maluku, Papua dan NTB.

Sementara 4 provinsi masuk fase pelandaian kasus per Rabu (23/2/2022), setelah sebelumnya menyamai atau bahkan melebihi kasus Delta.

Baca juga: Jadwal Pekan ke-27 Liga 1 Hari Ini, Jumat 25 Februari 2022: Persib Vs Persela, PSM Vs Bhayangkara

Keempat provinsi dengan kasus harian melandai adalah, Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, serta Papua Barat.

Tren penurunan kasus harian ini juga diikuti dengan tren penurunan positivity rate dalam seminggu terakhir.

Hingga Rabu (23/2/2022) DKI Jakarta, Banten, Bali, NTB, Maluku, dan Papua menunjukkan tren penurunan postivity rate.

Baca juga: BREAKING NEWS: 137 Warga Ukraina Tewas di Hari Pertama Serangan Rusia

Sedangkan Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Papua Barat tercatat mengalami pelandaian positivity rate.

Catatan lain yang juga sangat membangun optimisme, hingga Kamis (24/2/2022), jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit masih terkendali dengan sangat baik tanpa mengalami peningkatan.

Keterisian tempat tidur isolasi maupun intensif COVID-19 masih terus bertahan di posisi 38 persen sejak Minggu (20/2/2022) hingga kini.

Baca juga: Tak Puas dengan Istri, Ayah Kandung Gauli Anak Laki-lakinya Sejak 2018: Keluarga Geger

"Hingga Rabu (23/2/2022), jumlah kejadian rawat inap RS untuk pasien COVID-19 per minggunya berada di 9,02/100.000 penduduk,"kata Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes,dr. Siti Nadia Tarmizi dikutib dari kemkes.go.id.

"Angka ini masih sangat memadai dibanding puncak perawatan pasien saat gelombang Delta 17 Juli 2021 lalu yang mencapai 33,69/100.000 penduduk,"ujarnya.

Baca juga: Spesialis Curanmor di Kota Jayapura Ditangkap, 20 Unit Motor Terjual 

Selain itu, tren rasio kematian (case fatality rate/CFR) mingguan per 22 Februari lalu juga mengalami penurunan 6,61 persen dari minggu sebelumnya.

CFR nasional per minggunya kini berada di posisi 2,85. Kasus kematian per 23 Februari di posisi 227 per hari, jauh lebih sedikit dibandingkan puncak kematian pada gelombang Delta 27 Juli 2021 lalu yang mencatat hingga 2.069 kematian per harinya.

Baca juga: Seorang Ayah yang Cabuli Hingga Setubuhi Anak Dibawah Umur Terancam 15 Tahun Bui

"Upaya-upaya penanganan dan pencegahan COVID-19 yang dilakukan pemerintah adalah untuk menekan risiko kematian bagi penduduk akibat infeksi COVID-19,"katanya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved