Rabu, 29 April 2026

Papua Barat Terkini

Warga Manokwari Diminta Tahan Diri, Romer Tapilatu: Dugaan Rasisme Percayakan ke Polisi

Tokoh Arfak Sami DJ Saiba meminta polisi segera menangkap pelaku yang dinilai telah menghina mama-mama Papua asal suku Arfak yang berjualan di pasar.

Tribun-Papua.com/Istimewa
Aksi masa di Manokwari melakukan Pemalangan di jalan Trikora Wosi Distrik Manokwari Barat. (Adlu Raharusun ) 

TRIBUN-PAPUA.COM - Ketua Ikatan Kerukunan Keluarga Maluku Tengah (IKKMT) Manokwari, Romer Tapilatu, meminta warga menahan diri dan mempercayakan masalah dugaan rasisme yang diunggah salah satu pemilik akun facebook ke polisi. 

"Kita percayakan masalah ini ke pihak kepolisian, mereka yang akan menangani masalah ini," Romer kepada wartawan di Manokwari, Papua Barat pada Senin (28/2/2022).

Sebelumnya, muncul unggahan bernada rasisme terhadap suku Arfak oleh akun Facebook bernama Echy. 

Baca juga: Warga Blokade Ruas Jalan Manokwari, Bupati Hermus Minta Kasus Rasisme Diserahkan ke Polisi

Romer menyebut, terduga pelaku memiliki hubungan darah dari Maluku Tengah. 

Untuk itu, dirinya selaku kepala suku memohon maaf atas unggahan tersebut. 

"Kami atas nama kerukunan keluarga Maluku Tengah menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Arfak atas postingan yang dibuat salah satu warga yang memiliki hubungan darah dari Maluku Tengah," ujarnya. 

Romer berharap kejadian seperti itu tidak lagi terulang karena berpotensi menghancurkan persatuan dan kesatuan anak bangsa.

"Kitorang punya pengalaman pahit di tahun 2019 ketika isu rasisme, maka hal ini jangan lagi terulang," ujar Romer yang juga anggota DPRD Manokwari. 

Sementara itu, Kepala Suku Serui Kabupaten Yapen Otis Ayomi mengatakan, pihaknya akan menghadirkan terduga pelaku untuk memberikan keterangan terkait unggahan yang dibuat.

Baca juga: Warga Blokade Jalan di Manokwari, Diduga Akibat Tindakan Rasis di Medsos

"Kepada keluarga untuk membantu dan menolong kami. Jadi mohon untuk keluarga besar Arfak bahwa kami bersama Kepala Suku Maluku Tengah mencoba menghadirkan yang bersangkutan" kata Otis.

Suasana di ruas jalan Trikora Wosi, yang sedang di blokade oleh warga akibat postingan di media sosial, Senin (28/2/2022).
Suasana di ruas jalan Trikora Wosi, yang sedang di blokade oleh warga akibat postingan di media sosial, Senin (28/2/2022). (Tribun-Papua.com/Istimewa)

Tokoh Arfak Sami DJ Saiba meminta polisi segera menangkap terduga pelaku yang dinilai telah menghina mama-mama Papua asal suku Arfak yang berjualan di pasar.

"Kami minta polisi bekerja cepat menangkap pelaku yang membuat tulisan di media sosial menghina mama-mama kami yang berjualan di pasar," ucapnya. 

"Penghinaan semacam ini bukan kali ini, sudah berulang kali dan aparat harus menindak pelaku dengan serius, kalau tidak ingin terjadi aksi lagi," imbuhnya.

Baca juga: Minta Warga Manokwari Tak Terprovokasi Postingan Rasis, Polisi: Jangan Sampai Memecah Kerukunan

Ia menuturkan, terduga pelaku juga terancam dijatuhi sanksi adat sesuai ketentuan adat suku Arfak. 

"Kami sebagai tuan rumah di Manokwari tidak menginginkan hal yang berlebihan, mari kita hidup rukun damai dan saling menghargai sesama, termasuk hargai juga kami sebagai pemilik negeri ini," ujarnya.

Sebelumnya warga Manokwari memblokade jalan di depan Asrama Mahasiswa Mansinam di Amban sebagai bentuk protes atas unggahan rasisme tersebut.

Aksi blokade jalan kemudian dilanjutkan di Jalan Trikora Wosi dan berujung damai saat sejumlah tokoh menemui massa. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Soal Unggahan Rasisme di Manokwari, Warga Diminta Tahan Diri",

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved