Nasional

Waduh, Nilai Rupiah Melemah Akibat Konflik Rusia-Ukraina?

Bila respon pelaku pasar cenderung mengacuhkan perang di Ukraina dan Rusia, maka tidak menutup kemungkinan rupiah bergerak menguat.

Tribunnews/Jeprima
ilustrasi - Ekonom Sucor Sekuritas Ahmad Mikail Zaini memperingatkan risiko pelemahan nilai tukar rupiah sebagai imbas dari ketidakpastian akhir dari konflik Rusia dengan Ukraina yang terus berlanjut saat ini. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Perang Rusia dan Ukraina nyatanya memiliki dampak serius terhadap Indonesia.

Ekonom Sucor Sekuritas Ahmad Mikail Zaini memperingatkan risiko pelemahan nilai tukar rupiah sebagai imbas dari ketidakpastian akhir dari konflik Rusia dengan Ukraina yang terus berlanjut saat ini.

Mikalil mengatakan, pelaku pasar sempat mengekspektasikan agresi militer Rusia dan Ukraina segera berakhir jika Rusia berhasil menguasai Ibu Kota Ukraina, Kiev.

Namun, hingga kini usaha Rusia menaklukkan Ukraina belum berhasil.

Pasukan Kiev telah berhasil memperlambat laju pasukan penyerang Rusia.

Mikail mengatakan akhir dari perang Rusia dan Ukraina mengandung ketidakpastian yang tinggi.

"Karena Kiev belum bisa Rusia taklukkan, peperangan masih akan berlanjut dan membuat rupiah melemah," kata Mikail, Minggu (28/2/2022).

Baca juga: Kota Kharkiv Luluh Lantak, 7 Orang Meninggal dan 24 Terluka Akibat Invasi Rusia

Baca juga: Tanggapi Cuitan Jokowi soal Rusia-Ukraina, LP3BH Manokwari Ingatkan soal Konflik Bersenjata di Papua

Sebelumnya pada Jumat (25/2/2022), rupiah di pasar spot ditutup menguat 0,19 persen ke Rp 14.364 per dollar AS.

Kurs JISDOR versi Bank Indonesia (BI) juga menguat tipis 0,01 persen ke Rp 14.369 per dollar AS.

Analis Monex Investindo Futures Andian Wijaya mengatakan bila respon pelaku pasar cenderung mengacuhkan perang di Ukraina dan Rusia, maka tidak menutup kemungkinan rupiah bergerak menguat.

Meski begitu, perkembangan perang yang terbaru tetap berpotensi membawa pengaruh pada pergerakan rupiah.

Apalagi, setelah libur di Indonesia.

Untuk perdagangan rupiah di Selasa (1/3/2022), Mikail memproyeksikan bergerak melemah di rentang Rp 14.400 per dollar AS-Rp 14.450 per dollar AS.

Andian memperkirakan kurs rupiah berada di rentang Rp 14.300 per dollar AS-Rp 14.500 per dollar AS. Selanjutnya: Promo Mingguan J.CO 26 Feb - 6 Mar 2022, JPops dan 2 Minuman Rp 108.000. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved