Kecam NATO soal Zona Larangan Terbang, Zelensky: Mereka Beri Lampu Hijau Pengeboman Rusia di Ukraina

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kecaman terhadap NATO yang menolak memberlakukan zona larangan terbang di negaranya.

Selebaran / PRESIDEN UKRAINA / AFP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kecaman terhadap NATO yang menolak memberlakukan zona larangan terbang di negaranya. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kecaman terhadap NATO, Jumat (4/3/2022).

Kecaman itu dilontarkan Zelensky lantaran NATO menolak memberlakukan zona larangan terbang di negaranya.

Padahal menurut Zelensky, aliansi militer Barat tahu soal kemungkinan agresi Rusia akan terus berlanjut.

Diketahui sebelumnya, NATO menolak permintaan Pemerintah Ukraina untuk memberlakukan zona larangan terbang untuk melindungi langitnya dari rudal dan pesawat tempur Rusia.

Baca juga: Penasihat Wakil PM Ukraina: Jika Kita Pemilik Senjata Nuklir, Perang dengan Rusia Tak akan Dimulai

Baca juga: PLTN Zaporizhzhia Diserang Rusia, Ukraina: Jika Meledak, Itu 10 Kali Lebih Besar dari Chernobyl!

Petugas pemadam kebakaran bekerja di sebuah bangunan tempat tinggal yang rusak di Koshytsa Street, pinggiran ibukota Ukraina Kyiv, di mana sebuah peluru militer diduga ditembakkan, pada 25 Februari 2022. - Pasukan Rusia yang menyerang menekan jauh ke Ukraina saat pertempuran mematikan mencapai pinggiran Kyiv, dengan Ledakan terdengar di ibu kota pada Jumat pagi yang digambarkan oleh pemerintah yang terkepung sebagai
Petugas pemadam kebakaran bekerja di sebuah bangunan tempat tinggal yang rusak di Koshytsa Street, pinggiran ibukota Ukraina Kyiv, di mana sebuah peluru militer diduga ditembakkan, pada 25 Februari 2022. - Pasukan Rusia yang menyerang menekan jauh ke Ukraina saat pertempuran mematikan mencapai pinggiran Kyiv, dengan Ledakan terdengar di ibu kota pada Jumat pagi yang digambarkan oleh pemerintah yang terkepung sebagai "serangan roket yang mengerikan". Ledakan di Kyiv memicu hari kedua kekerasan setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menentang peringatan Barat untuk melancarkan invasi darat skala penuh dan serangan udara yang dengan cepat merenggut puluhan nyawa dan menelantarkan sedikitnya 100.000 orang. (Photo by GENYA SAVILOV / AFP) (AFP/GENYA SAVILOV)

“Mengetahui bahwa serangan dan korban baru tidak dapat dihindari, NATO dengan sengaja memutuskan untuk tidak menutup langit di atas Ukraina,” kata Zelensky dalam sebuah video yang diterbitkan oleh kantor kepresidenan.

"Kami percaya bahwa negara-negara NATO sendiri telah menciptakan narasi bahwa penutupan langit di atas Ukraina akan memprovokasi agresi langsung Rusia terhadap NATO," tambah Presiden Ukraina, dikutip dari AFP, Sabtu (5/3/2022).

Sekjen NATO Jens Stoltenberg mengatakan NATO tidak akan campur tangan dalam konflik karena kekhawatiran bentrokan langsung dengan Rusia yang dapat berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

"Satu-satunya cara untuk menerapkan zona larangan terbang adalah dengan mengirim pesawat tempur NATO ke wilayah udara Ukraina, dan kemudian memberlakukan zona larangan terbang itu dengan menembak jatuh pesawat Rusia," kata Stoltenberg setelah pertemuan darurat tersebut.

"Jika kita melakukan itu, kita akan berakhir dengan sesuatu yang bisa berakhir dengan perang penuh di Eropa, yang melibatkan lebih banyak negara dan menyebabkan lebih banyak penderitaan manusia," ungkap dia.

Baca juga: Sejak Rusia Menginvasi Ukraina, Presiden Zelensky Dilaporkan Lolos dari 3 Kali Upaya Pembunuhan

Baca juga: Ajak Putin Bertemu Langsung, Presiden Ukraina: Apa yang Anda Inginkan dari Kami?

Tetapi, Zelensky bersikeras berpendapat bahwa pertemuan NATO adalah pertemuan puncak yang lemah, pertemuan puncak yang membingungkan.

"Semua orang yang mati (di Ukraina) mulai hari ini juga akan mati karenamu. Karena kelemahanmu, karena pemutusan hubunganmu," katanya.

"Hari ini pimpinan aliansi memberi lampu hijau untuk pengeboman lebih lanjut di kota-kota dan desa-desa Ukraina, menolak untuk membuat zona larangan terbang," jelas Zelensky.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menegaskan bahwa NATO itu akan mempertahankan setiap jengkal wilayah mereka. Menurut dia, NATO adalah aliansi defensif.

“Kami tidak mencari konflik. Tapi jika konflik datang kepada kami, kami siap,” kata Blinken.

Blinken mengatakan, pihaknya akan terus membuat Putin tertekan kecuali jika dia mengubah arahnya. (*)

Berita terkait lainnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Zelensky Kecam NATO yang Tolak Berlakukan Zona Larangan Terbang, Sebut Beri Lampu Hijau Pengeboman Rusia

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved