Rabu, 8 April 2026

Rusia vs Ukraina

Prioritas Ekonomi Warganya, Ini yang Dilakukan Presiden Ukraina

Invasi Rusia telah memasuki hari ke Sembilan. Serang terus dilakukan pasukan Rusia ke jantung Kota Ukraina.

Editor: Roy Ratumakin
AFP/Daniel Leal
Seorang wanita memegang salib saat berdoa di alun-alun Kemerdekaan Kiev, Ukraina, Kamis (24/2/2022). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Invasi Rusia telah memasuki hari ke Sembilan. Serang terus dilakukan pasukan Rusia ke jantung Kota Ukraina.

Krisis ekonomi pun telah melanda negara Ukraina. Guna mengantisipas hal tersebut, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berupaya menerbitkan obligasi yang dinamai war bond atau obligasi perang.

Yah, langkah tersebut bisa dibilang ampuh untuk membangun pertahanan militer hingga ekonomi yang lebih kuat.

Baca juga: Ukraina: Tentara dan Masyarakat akan Menggiling Mesin Perang Rusia

Rencana penjualan obligasi perang tersebut merupakan kedua kalinya.

Pada penjualan obligasi perang pertama, Ukraina mengantongi 8,1 miliar hryvnia atau sekitar 277 juta dolar AS.

Hal ini membuat pemerintah Ukraina berencana melakukan penjualan obligasi perang yang kedua untuk membiayai angkatan bersenjata dan warga sipilnya.

Petugas pemadam kebakaran bekerja di sebuah bangunan tempat tinggal yang rusak di Koshytsa Street, pinggiran ibukota Ukraina Kyiv, di mana sebuah peluru militer diduga ditembakkan, pada 25 Februari 2022. - Pasukan Rusia yang menyerang menekan jauh ke Ukraina saat pertempuran mematikan mencapai pinggiran Kyiv, dengan Ledakan terdengar di ibu kota pada Jumat pagi yang digambarkan oleh pemerintah yang terkepung sebagai
Petugas pemadam kebakaran bekerja di sebuah bangunan tempat tinggal yang rusak di Koshytsa Street, pinggiran ibukota Ukraina Kyiv, di mana sebuah peluru militer diduga ditembakkan, pada 25 Februari 2022. - Pasukan Rusia yang menyerang menekan jauh ke Ukraina saat pertempuran mematikan mencapai pinggiran Kyiv, dengan Ledakan terdengar di ibu kota pada Jumat pagi yang digambarkan oleh pemerintah yang terkepung sebagai "serangan roket yang mengerikan". Ledakan di Kyiv memicu hari kedua kekerasan setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menentang peringatan Barat untuk melancarkan invasi darat skala penuh dan serangan udara yang dengan cepat merenggut puluhan nyawa dan menelantarkan sedikitnya 100.000 orang. (Photo by GENYA SAVILOV / AFP) (AFP/GENYA SAVILOV)

“Kami melihatnya sebagai hasil yang baik, dan kami akan melanjutkan lebih jauh," ujar Yuriy Butsa, komisaris pemerintah Ukraina.

Melansir data bloomberg, obligasi perang tergolong dalam instrumen hutang yang dijual untuk membiayai operasi militer di masa perang.

Berbeda dari obligasi lainnya, obligasi perang cenderung dijual dengan harga yang rendah dengan jatuh tempo yang lebih lama daripada surat piutang lainnya.

Baca juga: Bantu Ukraina, Jerman Kirim 2.700 Rudal Lawan Rusia

Penjualan obligasi perang ini sengaja di maksudkan Ukraina untuk crowdfunding atau menggalang dana yang lebih pada pasar internasional, terlebih ditengah adanya krisis moneter akibat pandemi virus corona dan invasi dari Rusia.

Yuriy Butsa yang mewakili pemerintah Ukraina menyebut, rencananya obligasi perang akan mulai dijual pada 8 Maret mendatang.

Negara pimpinan Volodymyr Zelensky tersebut, juga berniat menerbitkan obligasi mata uang asing guna mengumpulkan uang agar terpenuhinya perlengkapan militer serta bantuan kemanusiaan seperti pakaian dan selimut untuk masyarakatnya.

Baca juga: Presiden Ukraina: Semua Orang yang Mati di Ukraina Karena Ulah ‘NATO’

Penggalangan dana dengan cara seperti ini sebelumnya juga pernah dilakukan di berbagai negara, seperti tahun 2012 lalu Yunani diketahui telah menjual "obligasi diaspora" untuk menarik dana dari warga yang tinggal di luar negeri selama adanya krisis utang.

Di 2020, penasihat ekonomi AS Larry Kudlow mengajukan penjualan penjualan utang yang strukturnya mirip dengan obligasi perang, untuk membantu perekonomian negaranya akibat pandemi virus corona.

Meski nilai pembayaran hutang atas obligasi ini sangat susah untuk diprediksi akibat volatilitasnya yang tinggi, namun pemerintah Ukraina yakin cara ini dapat membantu menutupi pengeluaran negaranya selama berlangsungnya konflik dengan Rusia. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul: Perkuat Pasukan Tempur Hingga Antisipasi Krisis Ekonomi, Ukraina Jual Obligasi Perang

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved