OJK Papua

Kolaborasi Cegah Warga Papua Jadi Korban Investasi Bodong, OJK: Biasanya Malu Melapor

Seiring perkembangan teknologi digital, sangat perlu memanfaatkan ruang tersebut untuk sosialisasi bagi masyarakat agar tidak tergiur investasi bodong

Tribun-Papua.com/ Gus Choi
Kepala OJK Papua dan Papua Barat, Adolf Fictor Tunggul Simanjuntak, saat menerima kunjungan manajemen Tribun-Papua.com di Kantor OJK Papua di Kompleks Angkasa Kota Jayapura, Rabu (9/3/2022) pagi. 

Laporan Jurnalis Tribun-Papua.com, Moh Choiruman

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Media memiliki peran sangat penting dan strategis dalam mendukung kinerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menginformasikan kepada masyarakat di Papua untuk selektif memilih lembaga investasi keuangan yang bonafid, agar tidak terjebak investasi bodong.

Itulah yang disampaikan Kepala OJK Papua dan Papua Barat, Adolf Fictor Tunggul Simanjuntak, saat menerima kunjungan manajemen Tribun-Papua.com di Kantor OJK Papua di Kompleks Angkasa Kota Jayapura, Rabu (9/3/2022) pagi.

Hadir dalam kunjungan tersebut, GM Tribun Digital Papua, Marina Napitupulu, didampingi Manager Bisnis Tribun-Papua.com, Alexandra Ayu dan Content Manager Tribun-Papua.com, Moh Choiruman.

Baca juga: OJK: Masyarakat Berhati-hati Serta Bijak dalam Berinvestasi

Sementara itu, Kepala OJK Papua dan Papua Barat, Adolf Fictor Tunggul Simanjuntak didampingi Kepala Subbagian Administrasi dan Kehumasan OJK Papua dan Papua Barat, Mochamad Taufiq.   

Suasana santai dan penuh keakraban menghiasi pertemuan yang digelar di Kantor OJK tersebut.

Menurut Adolf, seiring perkembangan teknologi digital, sangat perlu memanfaatkan ruang tersebut untuk sosialisasi kepada masyarakat agar tidak tergiur investasi bodong tersebut.

 “Biasanya janji imbalannya sangat besar, tapi tidak masuk akal sehat perhitungannya itu. Dan ini masyarakat harus tahu biar tidak menjadi korban. Media digital yang pas untuk sosialisasi ini,” terangnya. 

Baca juga: Kenali Karakteristik Pinjaman Online Ilegal Menurut OJK

Diakui Adolf, umumnya masyarakat akan melapor ke OJK jika sudah menjadi korban. Uang mereka sudah telanjur banyak yang masuk ke lembaga tersebut, namun imbalan yang diberikan tidak sesuai janji. Bahkan tidak ada imbalan sama sekali, lantaran pengumpul dananya keburu kabur. 

 “Ada juga korban yang malu melapor. Karena yag tergiur investasi bodong ini justru bukan orang sembarangan,” paparnya.

Padahal pihak OJK sudah rutin melakukan sosialisasi tersebut kepada masyarakat Papua. Namun hingga kini masih ada warga yang tetap tergiur investasi bodong itu dengan beragam dalih. Mulai berkedok peternakan dan investasi dalam bentuk lainnya.

Baca juga: Sejak 2018, OJK Melalui SWI Telah Memblokir 3.516 Situs Pinjol Ilegal

Senada dikatakan GM Tribun Digital Papua, Marina Napitupulu, program OJK Papua dan Papua Barat selaras dengan bidang kerja Tribun-Papua.com yang bergerak di media digital berupa website, serta ditunjang dengan media sosial antara lain Facebook, Twitter, Instagram, YouTube dan TikTok yang dikerjakan secara professional dibawah paying Tribun Network.

 “Masyarakat sekarang ini kan sanga familiar dengan digital, apalagi sekarang informasi juga cepat diakses. Makanya sangat cocok program sosialisasi dan pencegahan yang dilakukan OJK dikolaborasikan dengan Tribun-Papua.com yang memang bergerak dan memiliki keahlian di bidang digital,” paparnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved