Ayah, Ibu, dan Anak Ditangkap setelah Aniaya Tetangganya, Berawal Rumah Korban Dilempari Batu

Polisi menangkap satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak atas kasus penganiayaan terhadap tetangganya.

Editor: Claudia Noventa
TODAY File Photo
ILUSTRASI Penangkapan - Polisi menangkap satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak atas kasus penganiayaan terhadap tetangganya. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Polisi menangkap satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak atas kasus penganiayaan terhadap tetangganya.

Diketahui, pengeroyokan itu terjadi di Kelurahan Pangkalan Kerinci, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, pada Jumat (11/3/2022), sekira pukul 19.00 WIB.

Kapolsek Pangkalan Kerinci Kompol Mahendra Yudhi Lubis saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan satu keluarga itu.

"Pelaku penganiayaan ada empat orang. Tiga orang di antaranya satu keluarga, ayah, ibu dan anak," kata Mahendra saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Senin (14/3/2022).

Baca juga: Fakta Pengendara Moge Tabrak Bocah Kembar, Keluarga Korban Diberi Uang dan Diminta Buat Perjanjian

Baca juga: Alasan Polisi Belum Menetapkan Tersangka Kasus Pengendara Moge Tabrak Bocah Kembar hingga Tewas

Ia menyebutkan, pelaku satu keluarga adalah JL (49) dan istrinya, HE (47) serta anaknya, BR (18). Sedangkan satu pelaku lagi, yaitu SJ (19), teman dari BR.

Keempat pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban MS (25) dan  JP (20) yang awalnya ikut melerai hingga akhirnya ikut dipukul para pelaku.

Keempat pelaku ditangkap Polsek Pangkalan Kerinci usai menerima laporan dari salah satu korban, MS.

"Untuk pelaku JL tidak kita tahan, karena sedang sakit setelah operasi ginjal. Sedangkan istrinya kita tittip di tahanan wanita Polres Pelalawan. Dua pelaku lagi ditahan di Polsek Pangkalan Kerinci," sebut Mahendra.

Keempat pelaku, kata dia, kini dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang Penganiayaan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Baca juga: 29 WNI Asal Bali Ditipu hingga Rp 40 Juta di Turki, Bagaimana Nasib Mereka?

Dipicu Hal Sepele

Mahendra mengatakan, kasus penganiayaan ini sebenarnya hanya dipicu hal sepele.

Waktu itu, korban MS sedang istirahat di rumahnya karena baru saja pulang dari bekerja.

Saat itu, tiba-tiba terdengar atap rumah korban dilempar oleh orang.

Kemudian korban mengintip dari jendela dan melihat anak tetangga sebelah rumahnya yang melakukan pelemparan batu.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved