Hukum & Kriminal

15.127 Pelanggar Lalu Lintas Ditindak dalam Operasi Keselamatan Cartensz di Papua

Jika dibandingan dengan tahun sebelumnya, maka pelanggaran lalu lintas di Papua mengalami peningkatan sebanyak 12.176 atau naik 413 persen. 

Tribun-Papua.com/Istimewa
Suasana Pelaksanaan Operasi Keselamatan Cartenz 2022 di depan Polda Papua. (Dok. Humas Polda Papua) 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Sebanyak 15.127 pelanggar terjaring dalam Operasi Keselamatan Cartenz 2022, yang digelar Direktorat Lalu Lintas Polda Papua selama 14 hari.

Diketahui, pelaksanaan Operasi keselamatan Cartenz digelar pada 1 Maret hingga 14 Maret 2022.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, pada operasi kali ini kendaraan yang terjaring razia tersebut ditindak dengan penilangan dan teguran.

Baca juga: Tekan Pelanggaran Lalu Lintas, Polisi Kota Jayapura Gelar Operasi Keselamatan Cartenz

"Jumlah pelanggaran lalu lintas tahun 2022 sebanyak 15.127 dan yang diberikan tilang 1.334 dan teguran 13.793," kata Ahmad Musthofa Kamal dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun-Papua.com, Selasa, (15/3/2022).

Jika dibandingan dengan tahun sebelumnya, maka pelanggaran lalu lintas di Papua mengalami peningkatan sebanyak 12.176 atau naik 413 persen. 

"Selain itu, jumlah pelanggaran paling tinggi adalah tidak menggunakan helm yaitu sebanyak 10.336 pelanggar," ujarnya.

Selama operasi, Direktorat Lalu Lintas Polda Papua mencatat adanya kecelakaan lalu lintas sebanyak 32 kejadian pada tahun ini.

"Jika dibandingan dengan tahun 2021 sebanyak 27 kejadian sehingga mengalami peningkatan sebanyak 5 kejadian atau naik 19 Persen," katanya.

Adapun korban meninggal dunia mengalami peningkatan sebanyak 4 kasus di tahun 2022, sedangkan di tahun 2021 hanya 1 kasus. 

Kamal juga menyebut, jumlah korban luka berat di tahun 2021 sebanyak 21 kasus dan di tahun 2022 mengalami peningkatan sebanyak 31 kasus.

Baca juga: Operasi Damai Cartenz Tak Berubah Pasca-serangan KKB Papua, Irjen Fakhiri: TNI-Polri Tidak Takut

“Untuk luka ringan di tahun 2021 sebanyak 31 dan di tahun 2022 turun menjadi 20 kasus. Kerugian material di tahun 2021 sebanyak 152.100.000, di tahun 2022 naik menjadi 157.100.000,” jelasnya.

Jenis kendaraan yang terlibat pelanggaran, kata Kamal, didominasi oleh kendaraan roda dua yaitu sebanyak 11.909 pelanggar. 

"Selain itu, lokasi pelanggaran lalu lintas paling tinggi terjadi di kawasan perbelanjaan dengan 3.918 pelanggaran," ungkapnya.

Selain itu, kata Kamal, personel di lapangan juga memberikan teguran kepada pengendaran yang tidak taat pada protokol kesehatan. 

“Kami imbau kepada masyarakat, untuk tetap mematuhi peraturan lalu lintas dan protokol kesehatan meskipun operasi keselamatan ini telah selesai,” tambah dia. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved