Papua Terkini

Jalan Rusak Kemiri-Depapre Tak Diperbaiki, Masyarakat Adat Hentikan Operasi Galian C di Sentani

Pemalangan ini dilakukan sebagai bentuk protes lantaran jalan raya yang menghubungkan Kemiri-Depapre tak kunjung diperbaiki.

Tribun-Papua.com/Kompas.com
Perwakilan masyakat adat Moy, Sentani Barat, saat melakukan pemalangan dan penutupan terhadap salah satu perusahaan galian C di wilayah Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (16/03/2022).(KOMPAS.COM/Roberthus Yewen) 

TRIBUN-PAPUA.COM - Rusaknya akses jalan utama membuat masyarat adat Suku Moy di Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, Papua menutup semua operasi galian C milik perusahaan di wilayah itu, Rabu (16/3/2022).

Pemalangan ini dilakukan sebagai bentuk protes lantaran jalan raya yang menghubungkan Kemiri-Depapre tak kunjung diperbaiki.

Padahal setiap hari perusahaan mengambil galian C dari daerah tersebut.

Baca juga: Warga Palang Jalan SP 4 Timika Sesaat Temuan Mayat Pria Mengenaskan di Drainase

“Kami tutup operasi perusahaan galian C karena selama ini bawa material dari wilayah kami, tetapi jalan raya Sentani-Depapre yang bertahun-tahun diminta oleh masyarakat hanyalah janji dan belum dibangun hingga saat ini,” kata Koordinator Aksi, Bob Yath Seen Banundi, melansir Kompas.com, Kamis (17/03/2022).

Bob menjelaskan, selama ini ada sekitar 10 perusahaan galian C yang beroperasi mengangkat batu, pasir, kapur dan lain-lain di wilayah adat Suku Moy yang mendiami di sepanjang jalan raya Sentani-Depapre.

“Perusahan-perusahaan inialah yang selama ini beroperasi mengambil galian C di wilayah adat Moy di Sentani Barat, Kabupaten Jayapura,” jelasnya.

Kata Bob, bertahun-tahun masyarakat adat Moy mempunyai material diambil untuk pekerjaan jalan di wilayah lain, sedangkan jalan raya Kemiri-Depapre tidak segera dibangun.

“Orang mengambil kekayaan kami di wilayah Moy, Sentani Barat, tetapi jalan kami rusak sampai saat ini belum diperbaiki. Mereka hanya janji-janji manis, termasuk janji dari DPR Papua pada 2021 lalu bilang akan dimasukan pada APBD tahun 2022, tetapi nyatanya tidak ada,” ujarnya.

Baca juga: Tak Tepati Janji, Puluhan Kontraktor Papua Palang Pintu Dinas PUPR Kabupaten Mimika

Bob mengungkapkan, kerusakan jalan Kemiri-Depapre sudah bertahun-tahun terjadi.

Padahal jalan tersebut menjadi akses untuk membuka aktivitas perekonomian masyarakat adat di wilayah pesisir Pantai Depapre dan Moy Sentani Barat. 

Jalan Kemiri-Depapre juga merupakan salah satu akses yang menghubungkan ke Pelabuhan Petik Kemas Depapre, salah satu pelabuhan kontainer terbesar di Papua.

“Jalan Kemiri-Depapre sampai sekarang belum diperbaiki. Padahal jalan ini merupakan satu-satunya akses transportasi masyarakat untuk membawa hasil perekonomian mereka ke daerah perkotaan, tetapi masih dibiarkan sampai saat ini,” ujarnya.

Tutup total Bob mengungkapkan, pihaknya bersama masyarakat adat di Sentani Barat dan Depapre akan menutup aktivitas perusahaan di galian C pada 23 Maret mendatang sampai ada kepastian perbaikan jalan.

“Pada 23 Maret 2022 kami akan tutup secara total perusahaan galian C yang selama ini beroperasi dan mengambil material dari wilayah kami,” tegasnya.

Baca juga: Belum Terima Gaji, Oknum ASN Palang Kantor Keuangan di Kabupaten Waropen

“Kami harapkan jalan raya Kemiri-Depapre bisa segera diperbaiki. Ini saja yang kami minta selama ini dari pemda. Jangan jalan kami rusak, tetapi perusahaan terus beroperasi di wilayah kami untuk ambil material,” imbuhnya. 

Sementara itu belum ada keterangan resmi dari pihak pemda terkait kerusakan jalan tersebut.  (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jalan Rusak Bertahun-tahun Tak Diperbaiki, Masyarakat Adat Moy Tutup Aktivitas Galian C di Jayapura"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved