Seorang Mahasiswa di DIY Jadi Muncikari Prostitusi Online, Jual 2 Teman Nongkrongnya Rp 2,5 Juta

Polisi menangkap muncikari berinisial MR (27), yang masih berstatus sebagai seorang mahasiswa.

Editor: Claudia Noventa
TODAY File Photo
ILUSTRASI Penangkapan - Polisi menangkap muncikari berinisial MR (27), yang masih berstatus sebagai seorang mahasiswa. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Polisi menangkap muncikari berinisial MR (27), yang masih berstatus sebagai seorang mahasiswa.

Diketahui, MR merupakan warga Kalasan, Sleman, DI Yogyakarta, yang merekrut dua orang perempuan untuk dijadikan Pekerja Seks Komersial (PSK).

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yulianto menjelaskan, aparat menemukan tindak pidana perdagangan orang pada 2 Februari lalu saat melakukan patroli.

Polda DIY merilis satu orang mahasiswa pelaku tindak pidana perdagangan orang, Kamis (17/3/2022).
Polda DIY merilis satu orang mahasiswa pelaku tindak pidana perdagangan orang, Kamis (17/3/2022). (KOMPAS.COM/WISANG SETO PANGARIBOWO)

Baca juga: Kesal Dimarahi Istri, Suami Aniaya Anak Tiri lalu Berjalan Kaki 15 Km untuk Serahkan Diri ke Polisi

Baca juga: Vladimir Putin Hargai Tentara Rusia yang Tewas Rp 650 Juta per Jiwa dan Terluka Terima Rp 390 Juta

Yuli berujar, MR bertugas merekrut dua orang untuk dijadikan PSK. Dari pengakuan MR, dia baru melakukan tindak penjualan orang sebanyak 2 kali, dari tindakannya MR mendapatkan uang sebesar Rp 2,5 juta.

"Jadi tindak pidana ini adalah perekrutan eksploitasi seseorang untuk dijadikan pelacur atau mempermudah orang lain melakukan perbuatan cabul oleh orang lain dengan orang lain dan menjadikannya sebagai pencaharian atau mengambil keuntungan dari pelacuran wanita tersebut," kata Yulianto, Kamis (17/3/2022).

"Germo atau penyelenggaranya itu mendapatkan uang 2,5 juta dari dua tempat dilaksanakannya eksekusi itu," katanya.

Yuli menambahkan MR tinggal di sekitar Kalasan, Sleman, DIY dan berstatus sebagai mahasiswa. MR menjual dua orang wanita sebagai PSK dengan tarif bervariasi mulai Rp 1,5 juta hingga Rp 2,5 juta.

"Tempat Kejadian Perkara (TKP) berada di salah satu hotel di Depok, Sleman," imbuh dia.

"Jadi tersangka 1 dan korbannya 2. Artinya korban itu kan ada dua kamar yang dijadikan tempat eksekusi," ujar dia.

Baca juga: Mengenal Mayjen Richard Tampubolon, Ucapkan Dukacita atas Tewasnya Anggota Brimob oleh Oknum TNI

Dari perbuatan pelaku polisi mengamankan barang bukti berupa kondom baik yanh sudah terpakai dan yang belum, handphone, tisu bekas, uang tunai sebesar Rp 2 juta dan Rp 1 juta, sprei, serta 2 buah kunci kamar kamar dimana peristiwa itu terjadi.

Kasubdit IV Ditreskrimum Polda DIY AKBP Budi Suarnano menambahkan awal mula tindakan MR tercium pihak Polisi bermula dari patroli yang dilakukan oleh Polda DIY baik yang berupa terjun langsung ke lapangan dan patroli siber.

"Jadi kegiatan ini kita laksanakan secara kebetulan karena adanya patroli dari kita. Jadi kita pada saat melaksanakan kegiatan perdagangan patroli, jadi kita menemukan lah dan mendapatkan informasi tentang adanya kegiatan tersebut. Kemudian kita tindaklanjuti, kita hubungi kepada yang bersangkutan,"jelas dia.

Setelah dilakukan penelusuran dan mendapatkan informasi polisi lalu melaksanakan giat melalui online dengan cara memesan dan bertransaksi.

"Jadi baik pemesanan maupun transaksinya itu lewat online. Rata-rata untuk kegiatan tersebut karena biasanya ini dibuat terputus," katanya.

Baca juga: Setelah Aniaya Anak Tiri Pakai Palu, Pria Ini Jalan Kaki 15 Km untuk Serahkan Diri ke Polisi

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved