Papua Terkini
Budaya Patriarki Harus Dihapus, Nur Aida Duwila: Perempuan Punya Hak Sama
Budaya patriarki di Indonesia masih cukup kental, di mana laki-laki memiliki kedudukan tinggi dibandingkan perempuan.
Penulis: Zaneta Chrestella Mirino | Editor: Roy Ratumakin
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tirza Bonyadone
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Budaya patriarki di Indonesia masih cukup kental, di mana laki-laki memiliki kedudukan tinggi dibandingkan perempuan.
Hal ini lah, yang sering kali menimbulkan banyak perdebatan dan terjadi ketimpangan sosial bagi wanita.
Untuk itu, tak dipungkiri banyak yang mengharapkan budaya seperti ini harus dihapus.
Baca juga: Jacklien Ibo di Mata Dunia Olahraga Basket Tanah Air
Direktur Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan Jayapura (LBH APIK) Nur Aida Duwila (55), mengatakan patriarki harus ditiadakan karena hak pria dan wanita sama.
"Bagi saya budaya patriarki itu harus dihapus,” kata Nur Aida Duwila kepada Tribun-Papua.com, Jumat (18/3/2022).
Kata Nona sapaan akrabnya, perlu adanya presepsi yang sama, sehingga hal semacam ini tak turun pada generasi berikutnya.
"Membangun presepsi harus dari awal di mana anak-anak sudah harus diajarkan bahwa kamu betul perempuan dan laki-laki. Namun, perempuan dan laki-laki itu sama," ujar wanita asal Sanana, Maluku Utara.
Baca juga: Ini Daftar Terbaru Harga Minyak Goreng di Saga Mall Abepura
Berbicara tentang hak asasi, menurutnya manusia diberikan ketetapan yang sama, tak ada pembeda.
"Seolah-olah wanita itu warga negara nomor dua, hanya karena patriarki. Padahal sudah jelas ada HAM," tegasnya di lokakarya Tokoh Adat dan Agama dalam Pencegahan serta Penanganan Kasus Kekerasan Anak di Provinsi Papua, oleh UNIMUDA Sorong melalui UNICEF Indonesia.
Seharusnya, kata Nona, derajat kemanusiaan tetap harus dijunjung tinggi sehingga apa yang berjalan, bisa searah tanpa harus merasa diatas atau dibawah.
"Ya semoga kedepannya bisa jadi barang penting yang kita bahas, karena perempuan juga bisa melakukan apa yang laki-laki pun bisa. Asal ada kesetaraan dan berimbang," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/18032022-nur_aida_duwila.jpg)