Senin, 13 April 2026

Info Mimika

Berawal dari Persoalan Mimika, Awen Magai Bakal Dirikan Balai Latihan Kerja

Berawal dari persoalan yang terjadi di Kabupaten Mimika, Ketua KNPI DPC Kwamki Naram, Awen Magai bakal mendirikan BLK

Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Maickel Karundeng
Tribun-Papua.com/Marselinus Labu Lela
Ketua KNPI DPC Kwamki Naram, Awen Magai 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUA.CON, TIMIKA- Berawal dari persoalan yang terjadi di Kabupaten Mimika, Ketua KNPI DPC Kwamki Naram, Awen Magai bakal mendirikan Balai Latihan Kerja (BLK)

Di antaranya para elit atau pengusaha banyak dari luar mengatasnamakan dua suku besar Amungme dan Kamoro dan 5 suku kerabat lainnya membuka lahan bisnis dan mementingkan diri sendiri.

Baca juga: 3 Prajurit TNI di Papua Gugur akibat Kelalaian Komandan Kompi, Anggota DPR Minta Prosedur Ditaati

"Saya sebagai kaum intelektual jelih melihat persoalan ini. Jujur hal ini mendesak saya untuk menciptakan peluang bagi genarasi 7 suku yang berada di Kabupaten Mmika," kata Awen Magai kepada Tribun-Papua.com, Senin (21/3/2022).

Baca juga: Arus Balik MotoGP Mandalika, Kemenhub Tambah 59 Penerbangan dengan Total 9.392 Seat

Lanjut dia, dengan demikian mereka bisa berjuang dan memiliki pengalaman kerja kemudian dapat diterima di perusahan besar.

Dia mengatakan, BLK yang bakal dibangun itu untuk 7 suku kedepan akan beroperasi, dan secara jujur demi melayani masyarakat.

"Semoga impian ini bisa tercapai dan didengar oleh pemerintah setenpat,"ujarnya.

Baca juga: Telan Rp 95 Miliar, Konstruksi Papua Youth Creative Ditargetkan Rampung Desember 2022

"Saya berjanji BLK nantinya akan menjadi wadah atau honai tempat melahirkan bibit-bibit pemuda 7 suku yang kreatif dan handal di Mimika," katanya.

Sebelumnya, Awen Magai selaku tokoh pemuda sekaligus Ketua KNPI DPC Kwamki Narama bakal membangun BLK di wilayah setempat.

Baca juga: Krisis Kemanusiaan di Ukraina, Presiden AS Joe Biden Terbang ke Polandia

Ide itu bertujuan sebagai upaya mensejahtrekan pemuda di Kwamki Narama lantaran daerah tersebut dikenal sebagai rawan konflik yang selama ini masih ada di pikiran masyarakat.

"Saya harus merubah Kwamki Narama ini dan pemuda lebih berkembang kedepan melalui pelatihan agar mereka bisa mandiri," tambah dia. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved