Papua Terkini

Pameran Foto Bertajuk Kisah Senyap Digelar di Jayapura, Swanti: Fotografi untuk Bercerita 

Pameran yang ditukangi Pannafoto Institute itu berlangsung selama 14 hari, sejak tanggal 22 hingga 31 Maret 2022. Bercerita tentang konflik sosial.

Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
Direktur Pelaksana PannaFoto Institute Ng Swanti saat diwawancarai awak media. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pameran foto bertajuk 'Kisah Senyap' digelar di Gedung Transistor Kampus Fisip Uncen Abepura, Kota Jayapura, Papua, Selasa (22/3/2022).

Pameran yang ditukangi Pannafoto Institute bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Uncen, itu berlangsung selama 14 hari, sejak tanggal 22 hingga 31 Maret 2022. 

Direktur Pelaksana PannaFoto Institute Ng Swanti mengatakan, pihaknya sebelumnya telah menggelar pameran yang sama pada beberapa kota di Tanah Air. 

Baca juga: Papuansphoto Turut Ramaikan Pesta Budaya di Khalkote Kabupaten Jayapura

"Pada November di Jakarta Internasional Foto Festival, kemudian di Bandung kami kerja sama dengan Universitas Parahiyangan, selanjutnya di Pewarta Foto Indonesia di Makasar, dan saat ini bekerja sama dengan Fisip Uncen," ujar NG Swanti kepada awak media, termasuk Tribun-Papua.com

 Pannafoto Institute terbuka untuk bekerja sama dengan lembaga yang mempunyai visi sama.

"Tentu saja kami kerja sama dengan pihak yang ingin memamerkan dan mempunyai visi sama. Untuk bagaimana menggunakan fotografi bercerita, serta mendukung fotografer menyampaikan ekspresinya kemudian kepedulian mereka tentang satu cerita," ucapnya. 

Dalam pameran Kisah Senyap ini, ada tiga fotografer menyampaikan ceritanya lewat foto. 

"Kisah senyap memiliki arti sendiri;  yakni Malahayati, berangkat dari kisah personalnya dia, tentang bagaimana menyampaikan pendapat tentang poligami," ujarnya. 

Baca juga: Papuansphoto Tanah Merah Kritik Pemerintah Lewat Foto bercerita

Setelah itu ada Arif Hidayah, bercerita tentang penggusuran di Kota Bandung.

Selanjutnya, Albertus Vembryanto tentang perubahan lanscape masyarakat Suku Kamoro di Timika, Papua.

Vembry dalam fotonya bercerita tentang pembuatan tailing atau limbah oleh perusahaan tambang raksasa di Indonesia. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved