KKB Papua

KKB Bisa di Mana Saja, Jenderal Andika: Prajurit Harus Siap Siaga

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa meminta kepada prajuritnya untuk tetap waspada dan siap siaga dalam bertugas khususnya di Papua dan Papua Barat.

Editor: Roy Ratumakin
Kodam XVII/Cenderawasih
Ketiga jenazah prajurit TNI AD yang menjadi korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) diterbangkan ke kampung halamannya masing-masing.(Kodam XVII/Cenderawasih ) 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa meminta kepada prajuritnya untuk tetap waspada dan siap siaga dalam bertugas khususnya di Papua dan Papua Barat.

Hal ini ditegaskan Jenderal Andika Perkasa menyusul terbongkarnya kebohongan yang dilakukan Komandan Kompi (Danki) di Distrik Gome, Kabupaten Puncak.

Kebohongan seorang Danki tersebut perihal gugurnya tiga prajurit TNI dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah tersebut.

Baca juga: Jenderal Andika Perkasa: Komandan Kompi di Gome Papua harus Diproses Hukum

Jenderal Andika Perkasa juga dengan tegas mengintruksikan bawahannya agar tak mengamankan proyek apapun.

"Semuanya bertindak secara disiplin dan berhati-hati serta tidak sembarangan," kata Jenderal Andika seperti dikutip dari channel youtube Jenderal Andika Perkasa.

Personel TNI tengah mengevakuasi jenazah anggota TNI yang gugur akibat serangan KKB di Distrik Gome Kabupaten Puncak. Total ada empat personel yang menjadi korban dan seluruhnya telah dievakuasi ke Timika,, Mimika, Papua, Kamis (27/1/2022).
Personel TNI tengah mengevakuasi jenazah anggota TNI yang gugur akibat serangan KKB di Distrik Gome Kabupaten Puncak. Total ada empat personel yang menjadi korban dan seluruhnya telah dievakuasi ke Timika,, Mimika, Papua, Kamis (27/1/2022). (Dok Pendam XVII/Cenderawasih)

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) tersebut juga mengingatkan bahwa KKB Papua bisa berada dimana saja.

Sehingga, kesiapsiagaan setiap prajurit harus selalu diutamakan.

Sekadar diketahui, Jenderal Andika Perkasa akhirnya mengetahui pasca-tertembaknya tiga prajurit di Gome karena melakukan pengamanan penambangan pasir.

Baca juga: KKB Numbuk Telenggen Tewaskan 3 Prajurit di Gome Papua, Jenderal Andika: Anak Buah Saya Menipu

Padahal, tidak ada intruksi dari atasannya perihal pengamanan tersebut.

Danki pun melakukan pelaporan yang tak sesuai dengan kronologi kejedian yang sebenarnya.

Danki tersebut memerintahkan anak buahnya pengamanan alias bekingi penambangan pasir.

Ketiga prajurit TNI yang gugur itu personel Pos Koramil Gome Satgas Kodim YR 408/Sbh.

Baca juga: Terungkap Adanya Tambang Emas di Lokasi Gangguan KKB Paniai, Kadis ESDM Papua: Itu Ilegal

Mereka adalah Serda Rizal, Pratu Tuppal Baraza, dan Pratu Rahman. Sedangkan Pratu Saeful kritis yang menjadi korban di Distrik Gome, Kabupaten Puncak pada 27 Januari 2022.

Diketahui, aktivitas bekingan tersebut hanya untuk mendapatkan tambahan uang.

“Yang dilaporkan oleh komandan pos (danki) kepada komandan atasnya yaitu komandan batalyon yang waktu itu vicon (video conference) dengan saya, nah itu bohong,” kata Jenderal Andika Perkasa.

“Jadi misalnya dikatakan dia mengeluarkan pengaman pos itu, patroli ke titik ini, ke titik A, ternyata yang dilakukan itu ke (pengamanan) proyek galian pasir,” lanjut Andika. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved