KKB Papua

Prajurit TNI AL Kontak Tembak dengan KKB, 2 Gugur 8 Alami Luka Berat dan Ringan

Anggota Marinir yang gugur adalah Komandan Pos (Danpos) Letda Marinir Moh Iqbal dan Pratu Marinir Wilson Anderson.

Editor: Roy Ratumakin
Kodam XVII/Cenderawasih
DIEVAKUASI - Prajurit TNI yang menjadi korban meninggal dunia akibat serangan KKB di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua dievakuasi ke RSUD Timika Kabupaten Mimika untuk proses pemulasaran. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga pimpinan Egianus Kogoya di Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua, Sabtu (27/3/2022) mengakibatkan dua prajurit TNI AL gugur.

Baca juga: BREAKING NEWS: Korban Meninggal Prajurit TNI Akibat Serangan KKB di Nduga Tambah 1 Orang

Dua anggota TNI AL yang gugur tersebut dari Satgas Mupe Yonif Marinir-3.

Anggota Marinir yang gugur adalah Komandan Pos (Danpos) Letda Marinir Moh Iqbal dan Pratu Marinir Wilson Anderson.

Baca juga: KKB Gunakan Granat Gugurkan 2 Prajurit TNI AL di Nduga Papua

Selain dua prajurit yang gugur, ada delapan lainnya mengalami luka berat dan ringan.

Berikut daftar nama prajurit yang mengalami luka ringan dan berat yang dihimpun Tribun-Papua.com dari berbagai sumber:

  1. Serda Mar Rendi Febriansyah (luka berat)
  2. Serda Mar Ebit Erisman (luka berat)
  3. Serda Mar Bayu Pratama (luka ringan)
  4. Pratu Mar Rahmad Sulman (luka ringan)
  5. Prada Mar Dicky Sugara (luka ringan)
  6. Pratu Mar Adik Saputra A (luka ringan)
  7. Prada Mar La Harmin (luka ringan)
  8. Prada Mar Alif Dwi Putra (luka ringan)
DISEMAYAMKAN - Anggota TNI sedang membawa peti jenazah korban penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua saat tiba di Bandar Udara Mozes Kilangin Mimika, Minggu (27/3/2022). Jenazah dibawa ke RSYD Timika untuk proses pemulasaran dan terus disemayamkan di Markas Lanal Mimika.
DISEMAYAMKAN - Anggota TNI sedang membawa peti jenazah korban penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua saat tiba di Bandar Udara Mozes Kilangin Mimika, Minggu (27/3/2022). Jenazah dibawa ke RSYD Timika untuk proses pemulasaran dan terus disemayamkan di Markas Lanal Mimika. (Kodam XVII/Cenderawasih)

Diketahui, Egianus Kogoya merupakan anak dari Silas Kogoya mantan panglima KKB Kodap III Ndugama yang meninggal dalam aksi pembebasan sandra pada tahun 1996 di Mapenduma.

Aksi pertama Egianus Kogoya dilakukan pada medio 2017 saat penyerangan terhadap personil Zipur yang melakukan pengawalan Pembangunan jalan Trans Wamena-Nduga.

Selanjutnya aksi lainnya yaitu pembantaian Karyawan PT Istaka Karya dengan jumlah korban 26 orang, yaitu 19 meninggal dua orang hilang dan lima orang selamat.

Baca juga: Sebabkan Komandan Pos Gugur, KKB yang Serang Pos Marinir di Nduga Diduga Pimpinan Egianus Kogoya

Sejak saat itu, eksistensi KKB pimpinan Egianus Kogoya dimulai hingga saat ini.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Irjen Mathius D Fakhiri mengatakan, KKB pimpinan Egianus Kogoya diketahui merupakan kelompok dengan persenjataan terbanyak.

"Kelompok Egianus merupakan KKB yang memiliki persenjataan paling banyak, salah satunya adalah GLM hasil rampasan," ujarnya, Sabtu.

Baca juga: Dua Jenazah TNI Korban Penyerangan KKB di Nduga Papua Disemayamkan di Markas Lanal Timika 

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Nduga Kompol Budhiarta menuturkan, selain granat, KKB juga menyerang memakai senjata api rampasan.

Penyerangan tersebut dilakukan KKB dari dua arah dan semua anggotanya membawa senjata api.

"Hari ini (Sabtu) hingga siang situasi kamtibmas di sekitar Kenyam kondusif, namun tiba-tiba sekitar pukul 17.45 WIT, terdengar bunyi tembakan dan ada laporan Pos Marinir di Kwareh Bawah diserang,” ucapnya, Sabtu. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved