Info BBMKG Papua

BBMKG Wilayah V Jayapura Ungkap Fakta Es Abadi di Pegunungan Jayawijaya Papua

jadi es terbentuk di puncak Jayawijaya atau lebih tepatnya puncak Soemantri dan puncak Cartenz dengan ketinggian lebih dari 4.800 meter

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: M Choiruman
ISTIMEWA
PAPUA TERKINI - Potret Salju abadi di Puncak Cartensz, yang termasuk 7 summit tertinggi di dunia, Senin (28/3/2022).  

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Saat kecil, dari pelajaran geografi yang kita dapatkan di sekolah, sering kali disampaikan bahwa di Papua terdapat es dan salju, yakni di daerah puncak pegunungan Jayawijaya. 

Lebih mengherankan es ini bersifat abadi, namun, pertanyaan muncul, apakah es ini benar-benar abadi.

BBMKG Jayapura : Belasan Wilayah di Papua Siaga Dampak Hujan Lebat

Dari berbagai sumber juga dikatakan bahwa es abadi ini sudah berkurang dan akan hilang. Jadi mana yang benar, apakah akan tetap abadi atau tidak abadi ?

Kepada Tribun-Papua.com Senin (28/3/2022) di Jayapura, Kepala Stasiun Klimatologi BBMKG Wilayah V Jayapura, Dony Christianto, menjelaskan soal fenomena tersebut.

"Sebaiknya kita pahami dulu mengapa bisa terbentuk adanya es di daerah tropis Indonesia, jadi es terbentuk di puncak Jayawijaya atau lebih tepatnya puncak Soemantri dan puncak Cartenz dengan ketinggian lebih dari 4.800 meter dari permukaan laut," jelasnya.

BBMKG Jayapura Sebut Gempa Magnitudo 4,6 Mengguncang Bintuni-Papua Barat

Dony mengatakan, saat manusia naik ke atas gunung tersebut, semakin tinggi maka suhu yang dirasakan akan semakin dingin. 

Hal inilah yang menyebabkan es dapat terbentuk di sana, dikatakannya pula es di puncak Cartenz ini terbentuk akibat suhu udara yang dingin, di mana rata-rata suhu udara pada daerah ini adalah 2 sampai 10 derajad celcius (data pengukuran akhir 2010). 

"Kondisi saat ini dimana suhu bumi akibat pemanasan global, cenderung terus bergerak naik termasuk temperatur di puncak Cartenz," katanya. 

Hal ini disampaikan Dony, menyebabkan daerah Puncak Cartenz menjadi tidak ideal lagi karena suhu pada daerah ini juga bergerak naik. 

BBMKG Jayapura Imbau Nelayan dan Nakhoda Kapal Waspadai Angin Kencang dan Tinggi Gelombang

"Dari hasil pengukuran ketebalan es di puncak Cartez didapatkan, bahwa pengurangan luas area dan ketebalan terjadi dengan sangat masif," tandasnya.

Secara umum, pencairan es di dunia terjadi mulai tahun 1850, saat awal revolusi Industri. 

Tahun 1850, luas es di Puncak Jaya diestimasi sekitar 20 Kelometer persegi. 

Dalam 20 tahun terakhir atau pada 2002, luas es Puncak Jaya terus menipis menjadi 2 Kelometer persegi. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved