Papua Terkini

Massa Demo di Nabire Akhirnya Sampaikan Aspirasi di Kantor DPRD

Sebagian massa demonstrasi penolakan daerah otonomi baru (DOB) di Kabupaten Nabire, sudah berada di Kantor DPRD guna menyampaikan aspirasi.

Istimewa
Massa demonstrasi penolakan Daerah Otonomi baru (DOB) di Kabupaten Nabire, sudah berada di Kantor DPRD guna menyampaikan aspirasi. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Sebagian massa demonstrasi penolakan daerah otonomi baru (DOB) di Kabupaten Nabire, sudah berada di Kantor DPRD guna menyampaikan aspirasi.

Satu di antara massa aksi yang enggan menyebutkan nama, kepada Tribun-Papua.com, mengatakan saat ini pihak demonstrasi telah berada di kantor DPRD Nabire.

Baca juga: Polres Nabire Tolak Aksi Penyampaian Aspirasi, Prodewa: Jangan Batasi Ruang Demokrasi di Indonesia!

"Walau polisi memukul dan menembak rakyat, kami masa secara damai dan terpimpin menuju ke kantor DPRD dan sedang menyampaikan aspirasi tolak pemekeran," katanya melalui sambungan telepon, Kamis (31/3/2022) Sore.

Kata dia, massa berjumlah ratusan orang ini secara damai menyampaikan aspirasi di Kantor DPRD Nabire.

Aksi Demo Tolak DOB di Kabupaten Nabire, Kamis (31/3/2022). Demo diwarnai kericuhan antara pengunjuk rasa dan aparat di depan Pasar Karang Tumaritis, Kelurahan Girimulyo.
Aksi Demo Tolak DOB di Kabupaten Nabire, Kamis (31/3/2022). Demo diwarnai kericuhan antara pengunjuk rasa dan aparat di depan Pasar Karang Tumaritis, Kelurahan Girimulyo. (Tangkapan Layar)

Tidak hanya itu, Mereka juga meminta DPRD Nabire dan Polisi segera berranggung jawab atas kericuhan yang terjadi di Pasar Karang.

Diberitakan sebelumnya, Solidaritas Mahasiswa dan rakyat Papua di Kabupaten Nabire melaksanakan Demonstrasi Penolakan Daerah Otonomi baru (DOB), dengan tujuan aksi menuju Kantor DPRD Nabire.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun-Papua.com, Kamis (31/3/2022) siang, terdapat 4 poin penting menjadi acuan masa melakukan aksi.

Baca juga: BREAKING NEWS: Demo Tolak DOB Ricuh di Nabire

Sekadar diketahui, 4 poin tersebut antara lain:

  1. Menolak Rencana Pembentukan Daerah otonomi baru.
  2. Tolak otonomi khusus jilid II.
  3. Elit Papua stop mengatasnamakan rakyat Papua untuk kepentingan kekuasaan.
  4. Kami minta untuk DPRD Nabire bentuk pansus penolakan rencana pemekaran daerah otonomi baru.

Tidak hanya itu, menurut video yang beredar, terjadi kericuhan antara massa demonstrasi dan pihak keamanan.

Kericuhan itu terjadi tepatnya di Pasar Karang Tumaritis, Kelurahan Girimulyo, Kabupaten Nabire.  (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved