Rabu, 15 April 2026

KKB Papua

Anggota KKB Serahkan Diri, Ahli: Mereka Korban Propaganda

Diketahui, Natalis Watora (25) dan Engel Feneteruma (31), yang merupakan kombatan KKB menyerahkan diri ke Makoramil 1804-07/Kambrauw.

Editor: Roy Ratumakin
Maichel Kompas.com
Kedua Anggota TPNPB -OPM Menyerahkan Diri ke NKRI. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Kembalinya para anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) dinilai mencadi catatan penting untuk Negara.

Diketahui, Natalis Watora (25) dan Engel Feneteruma (31), yang merupakan kombatan KKB menyerahkan diri ke Makoramil 1804-07/Kambrauw.

Menurut keteranan Komandan Distrik Militer (Dandim) 1804/Kaimana Letkol Inf Chairi Suhanda, keduanya adalah bagian dari kelompok dari Batalyon Somb Winan.

Baca juga: Ini Sosok Anggota KKB Ali Kogoya, Tewas di Tangan Satgas Damai Cartenz

Natalis dan Engel kabur dari kelompok Jonair Waga yang diduga akan melakukan aksi di pertigaan masuk TPU, atau 200 meter dari markas Yonif 764/IB.

Dari pengakuan Natalis dan Engel, selama bergabung dengan kelompok itu, keduanya merasa telantar dan akhirnya berniat kabur.

"Mereka sudah takut, lemas, karena tidak makan. Dari situ mereka dibawa ke Kodim untuk diambil keterangan," ujarnya, Senin (4/4/2022).

Pengamat terorisme dan intelijen Stanislaus Riyanta menjelaskan, kehadiran negara sangat penting untuk mencegah munculnya kelompok-kelompok seperatis.

"Masyarakat banyak yang menjadi korban dari propaganda kelompok OPM/KKB. Ini harusnya menjadi catatan bagi pemerintah bahwa ada ruang yang dimanfaatkan oleh OPM/KKB untuk melakukan propaganda itu," katanya.

Baca juga: Anak Buah KKB Lekagak Telenggen Ditembak Mati di Puncak Papua, Ini Sosoknya

Kehadiran negara itu, kata Stanislaus, tidak harus dalam bentuk operasi militer. Namun pendekatan yang lebih memberdayakan warga untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup mereka.

"Ketika negara hadir dengan berbagai pembangunan, termasuk program infrastruktur, peningkatan ekonomi, pendidikan, kesehatan dan bidang lainnya dan aparat keamanan ada untuk menjaga masyarakat maka ruang bagi OPM/KKB akan lebih sempit," katanya, Selasa (5/4/2022).

Ujung tombak dalam langkah itu, katanya, adalah pemerintah daerah, terutama dalam pengelolaan dana otonomi khususnya.

"Jika ini tidak maksimal maka TNI/Polri hanya akan jadi tumpuan dari segala permasalahan karena akan berujung pada masalah pertahanan dan keamanan," pungkasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul - Anggota TPNPB-OPM di Papua Barat Menyerahkan Diri, Ahli: Mereka Korban Propaganda

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved