Kesehatan

Resmi Jadi Guru Besar Bidang Gizi, Menkes Minta Profesor Santi Ambil Andil Turunkan Kasus Stunting

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta Prof. Santi ambil andil dalam menurunkan kasus stunting

Editor: Musa Abubar
Tribunnews.com
Ilustrasi Stunting 

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta Prof. Santi ambil andil dalam menurunkan kasus stunting

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengukuhkan Prof. Dr. Moesjijanti Yudiarti Endang Soekatri, M.C.N. sebagai Guru Besar bidang Ilmu Gizi di Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II, Jumat (1/4) di gedung Kemenkes, Jakarta.

Menkes Budi meminta profesor yang kerap disapa Prof. Santi itu untuk ikut andil turunkan kasus stunting hingga 14 persen.

Baca juga: Sosok Ali Kogoya, Anggota KKB Papua Pimpinan Lekagak Telenggen yang Terkenal Paling Berbahaya

Dalam orasi ilmiah dengan judul ‘Peran Ahli Gizi dalam Eradikasi Stunting Melalui Gerakan OVON (One Village One Nutritionist)’ Prof. Santi memberikan perhatiannya pada penurunan angka stunting di Indonesia.

Ia menjelaskan, untuk jangka pendek stunting dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas, serta menghambat fungsi kognitif.

Baca juga: Bupati Nabire: Pemerintah Pusat Melihat DOB sebagai Solusi Kesejahteraan Papua

Sementara dalam jangka panjang stunting tidak saja berpengaruh pada fisik yang pendek tapi juga berisiko terhadap penyakit degeneratif serta menurunkan kesehatan reproduksi.

“Singkatnya stunting adalah gangguan pertumbuhan disertai dengan hambatan perkembangan pada masa kandungan ibu,"katanya Santi dikutib dari kemkes.go.id.

Baca juga: Dimekarkan dari Fakfak, Bupati Mesak Nilai Mimika Tak Cocok Jadi Ibu Kota Papua Tengah

"Proses terjadi stunting bersamaan dengan hambatan pertumbuhan dan perkembangan organ vital lainya seperti otak, jantung, dan ginjal,”ujarnya.

Akibatnya, stunting tidak saja menyebabkan gagal tumbuh tapi juga bisa mengalami gangguan metabolisme tubuh yang menyebabkan risiko menderita penyakit tidak menular di masa yang akan datang.

Dalam penelitiannya, Prof. Santi menyebut salah satu cara menurunkan stunting adalah dengan pendampingan bagi keluarga berisiko stunting.

Baca juga: Wali Kota Motyzhyn Ukraina Tewas Dikubur bersama Keluarganya, Kondisinya Mengenaskan

Pendampingan tersebut dilakukan oleh tenaga profesional di bidang gizi dan kesehatan.

“Selama 3 bulan keluarga dengan risiko stunting didamping oleh nutrisionis dengan 9 kali kunjungan lapangan melibatkan bidan desa, kader, Nakes, dan Puskesmas setempat,”katanya.

Pendampingan melibatkan 2.790 anak Baduta, 518 ibu hamil, 144 ibu hamil kekurang energi kronik (KEK), dan 840 ibu menyusui yang punya anak bayi 0-6 bulan.

Baca juga: Anak Buah KKB Lekagak Telenggen Ditembak Mati di Puncak Papua, Ini Sosoknya

Hasil menunjukkan keadaan yang cukup baik. Rerata Baduta dengan gizi pendek turun 6 persen, anak Baduta dengan gizi kurang menurun 3 persen, rerata ibu hamil dengan KEK turun 7,1 persen.

“Hal ini membuktikan bahwa pendampingan selama 3 bulan terhadap keluarga berisiko stunting memberikan bukti (adanya penurunan kasus stunting) bukan janji,” ujarnya.

Baca juga: Bakal Masukkan Adik Mendiang Sertu Eka ke Akmil, KSAD: Agar Kelak Dapat Jadi Tumpuan Keluarga

Menanggapi hal tersebut, Menkes Budi mengaku bangga memiliki profesor di bidang ilmu gizi.

“Saya sangat bangga karena banyak teman-teman di Kemenkes tidak henti mencari ilmu dan mengembangkan kemampuannya,” kata Menkes Budi.

Baca juga: Anggota Kelompok Bersenjata Papua Rubuh Ditembak Polisi, Pistol Canggih Disita: Ini Sosoknya

Dengan pendalaman di bidang gizi, lanjut Menkes Budi, Prof. Santi dapat ikut andil dalam upaya mengejar target penurunan kasus stunting di Indonesia hingga 14 persen.

“Jadi Prof. Santi jangan kaget kalau nanti diajak video conference malam-malam atau week end untuk bantu bagaimana caranya kita mempercepat penurunan angka stunting ke angka 14 persen, kalau bisa lebih turun lagi,”tambah Menkes Budi. (Sumber : kemkes.go.id)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved